Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, merespons keras FPI dan Habib Rizieq Syihab. Jenderal bintang 2 itu menilai, Habib Rizieq, FPI, serta elemen pendukung, telah bertindak seenak hati. Terlebih, kata Dudung, setelah mereka merasa mewakili umat Islam.

"Jangan coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan dengan merasa mewakili umat Islam, tidak semua," ucap Dudung saat apel prajurit Kodam Jaya di Monas, Jumat (20/11).

Dudung membeberkan alasanya. Ia merasa Rizieq tidak pantas disebut Habib dengan perkataannya yang menjadi sorotan saat Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Sabtu 14 November lalu.

"Kalau perkataan tidak baik, bukan Habib itu. Saya ini orang Islam juga. Saya muslim, ajarkan selalu Islam agama yang rahmatan lil alamin. Agama yang ajarkan tentang kasih sayang untuk alam semesta, bukan untuk manusia saja. Kemudian jangan asal bicara sembarangan, jaga lisan kita," kata Dudung.

Dudung dikutip Kumparan juga menanggapi Baliho sambutan atau ucapan terhadap Habib Rizieq yang terpampanng di seluruh Jakarta. Dudung beserta prajurit Pangdam Jaya siap menurunkan semua baliho tersebut.

"Dan itu akan saya bersihkan semua, tidak ada baliho-baliho ajak revolusi dan sebagainya, saya peringatkan, dan saya tidak segan-segan untuk tindak keras," pungkasnya.

Sebelum dicopot, baliho-baliho tersebut sudah diturunkan oleh Satpol PP. Namun entah mengapa, baliho tersebut terpasang kembali, membuat TNI turun tangan.

Dudung mengingatkan kepada FPI dan pemasang baliho bahwa semua hal memiliki aturan, termasuk pemasangan baliho di tempat umum.

"Ini negara hukum, harus taat hukum. Kalau pasang baliho jelas aturan bayar pajak tempat ditentukan, jangan seenak sendiri seakan-akan dia paling bener. Enggak ada itu, jangan coba-coba," tegas Dudung.