Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 6/2020 dianggap hanya membuat gaduh dalam perspektif hukum dan politik di tengah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 yang hingga sekarang belum menunjukkan tanda-tanda usai.

Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Dr. Wendra Yunaldi, SH., MH., mengatakan, niat baik dari Mendagri Tito Karnavian agar pandemi COVID-19 segera selesai tetap harus sesuai dengan aturan.

"Mungkin ada niat agar COVID-19 ini selesai. Cuma jangan menabrak aturan-aturan yang ada dan perlu status hukum yang jelas terhadap penanganan COVID-19 ini seperti apa. Dan kesampingkan kepentingan politik," ujar Wendra Yunaldi, Jumat (20/11/2020).

Tito Karnavian, sambungnya, seharusnya memanggil saja para kepala daerah yang dianggap melanggar protokol COVID-19 tanpa memberikan ancaman yang membuat kegaduhan baru.

"Jangan kemudian di tengah persoalan COVID-19, krisis, ancaman resesi, lalu membuat kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu. Menurut saya, Mendagri tinggal panggil kepala daerah, enggak usah mengancam-ancam," lanjut Wendra.

Wendra menegaskan, instruksi yang dikeluarkan Tito Karnavian akhirnya malah membuat gaduh dalam perspektif hukum maupun politik di tanah air.

"Menurut saya bikin gaduh. Mau menyelesaikan dengan tegas, tapi menimbulkan kegaduhan baru dalam perspektif hukum dan politik," tegasnya.

 

RMOL