Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS), Alex Azar mengatakan, kementerian yang dipimpinnya dan Badan Layanan Kemanusiaan AS, tidak akan bekerjasama dengan Joe Biden.

Alasannya, Azar masih menunggu sampai Administrasi Layanan Umum (GSA) mengkonfirmasi kemenangan Biden dalam pemilihan presiden.

"Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas, bahwa ketika GSA membuat keputusan, kami akan memastikan transisi dan perencanaan profesional yang kooperatif dan lengkap," kata Azar dalam sebuah pernyataan.

Diketahui, Biden mengajukan rencananya sendiri terkait penanganan virus corona pada 12 Maret 2020 lalu atau sehari setelah Trump mengatakan bahwa virus ini memiliki risiko sangat rendah bagi warga AS.

Saat ini, AS menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia yaitu lebih dari 10 juta kasus. Jumlah kasus harian di AS telah melewati angka 100.000 selama tiga hari berturut-turut.

Dalam rencananya tersebut, Biden telah membentuk tim transisi, termasuk di dalamnya meluncurkan satuan tugas COVID-19.

Azar menegaskan, tidak ada masalah personal dengan Biden dan apa yang dia lakukan hanyalah mengikuti arahan yang ada.

"Kami ingin menemukan vaksin dan terapi serta mendapatkan data uji klinis, dan menyelamatkan nyawa di sini. Di situlah fokus kami saat kami maju dengan upaya kami," ungkap Azar, seperti dilansir Sputnik.

Sementara itu, kepala GSA, Emily Murphy dilaporkan belum menandatangani dokumen yang diperlukan untuk meresmikan dimulainya masa transisi.

Hingga dokumen itu diteken, tim Biden tidak memiliki akses ke keuangan pemerintah, serta tidak dapat bekerja sama dengan badan federal.

Presiden petahana Donald Trump sendiri belum mengakui kekalahan dalam pemilihan, meskipun outlet media AS terkemuka, seperti Fox News, menyatakan kemenangan Biden. Trump telah membuat banyak klaim akan adanya kecurangan dalam pemilihan umum kali ini.