Bank Indonesia (BI) meyakini bahwa pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi COVID-19 akan terus berlanjut. Pada kuartal IV-2020. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan bisa positif, artinya RI bebas dari resesi ekonomi.

Demikian disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI periode 18-19 November 2020 yang digelar secara virtual, Kamis, 19 November 2020.

"Kami perkirakan Insya Allah di kuartal IV ini pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) mulai tumbuh positif," tegas dia.

Kondisi itu, katanya, disebabkan indikator penopang pemulihan terus menunjukkan perbaikan. Seperti, mobilitas masyarakat penjualan eceran nonmakanan hingga purchasing managers index manufaktur.

"Kami sampaikan tadi mobilitas masyarakat, penjualan eceran nonmakanan dan online, PMI manufaktur dan pendapatan masyarakat," ujar Perry.

Di samping itu, dia melanjutkan, transaksi digital menggambarkan pertumbuhan yang pesat. Nilai transaksi uang elektronik pada Oktober 2020 dikatakannya tumbuh 14,8 persen.

"Seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan secara musiman belanja di akhir tahun meningkat dan mendorong aktivitas transaksi digital," ucapnya.

Sebagai informasi, pada kuartal III-2020, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar minus 3,49 persen atau membaik dari kuartal II-2020 yang terkontraksi sebesar minus 5,32 persen.

"Itu juga menjadi pendorong berbagai kegiatan ekonomi dan transaksi keuangan, itu juga jadi pendorong mengenai peningkatan ekonomi dan keuangan digital baik di kuartal IV maupun 2021," ungkap Perry.