Kabupaten Paser awalnya adalah Kabupaten Pasir sebagai daerah otonomi Kalimantan Timur yang pengesahannya berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan UU Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan, dengan sebutan Daerah Swatantra Tingkat II Pasir. Sebelum UU 27 Tahun 1959 ditetapkan, daerah Pasir berbentuk kewedanaan yang berada dalam wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri yang dikeluarkan di Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1959 Nomor C-17/15/3 yang bersifat sementara, dan Penetapan Gubernur Kalimantan Timur tanggal 14 Agustus 1950 Nomor 186/OPB/92/14.

Lahirnya UU Nomor 27 tahun 1959 tanggal 29 Desember 1959 memberikan momentum yang sangat penting yakni terlepasnya kewedanaan Batu Besar dari wilayah daerah Swatantra Tingkat II Pasir dan dimasukkan ke dalam wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pada tanggal 3 Agustus 1961 Daerah Swatantra Tingkat II Pasir dimasukkan ke dalam Wilayah Kalimantan Timur. Pada tanggal 29 Desember 1961 dilaksanakanlah serah terima oleh Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan, H. Maksid kepada Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Timur, A.P.T. Pranoto di Departemen Dalam Negeri, Jakarta. Melalui perjuangan Bupati Paser H.M. Ridwan Suwidi dan Wakil H.M. Hatta Garit waktu itu, Kabupaten Pasir berubah nama menjadi Kabupaten Paser yang ditandai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2007.

Kabupaten Paser merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang terletak paling Selatan, tepatnya pada posisi 0⁰ 48' 29.44'' -2⁰ 37' 24.21'' Lintang Selatan dan 115⁰ 37' 0.77'' - 118⁰ 1' 19.82'' Bujur Timur. Batas wilayah Kabupaten Pasersebelah Utara meliputi KabupatenKutai Barat dan Kutai Kartanegara, sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makasar dan Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat), sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten Paser merupakan wilayah yang berada di Selatan Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Paser sebelah selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan kemudian wilayah sebelah barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dimana titik 0 KM terletak antara desa Muara Langon Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser dan Desa Lano Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Paser adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tana Paser. Penduduk kabupaten Paser ditahun 2019 berjumlah 265.148 jiwa, laki-laki berjumlah 137.945 jiwa dan perempuan 127.203 jiwa. 

Hampir di setiap daerah memiliki komoditas unggulan dan sebagian diantaranya sudah berhasil menguasai pasar ekspor mancanegara. Di Kabupaten Paser ada 4 komoditi ekspor  yang selama ini menjadi penopang pembangunan ekonomi daerah. Ke-4 potensi  yang tersebar di 10 kecamatan di kabupaten Paser  yakni Kecamatan Long Kali, Long Ikis, Kuaro, Batu Sopang, Muara Samu, Muara Komam, Pasir Belengkong, Batu Engau, Tanjung Harapan dan Tanah Grogot, adalah komoditi  karet, komoditi  kelapa sawit, komoditi  udang dan ikan serta  non migas dengan komoditi batu bara curah.

Berdasarkan data potensi /komiditi ekspor Kabupaten Paser tahun 2017, untuk produksi karet dengan luas tanam 13.749,50 haktare di 10 kecamatan. Produksi karet mencapai 10,640,480,00 kilogram atau rata-rata produksi 1,645,10. Selanjutnya produksi kelapa sawit dengan luas tanam 182,585,72 haktare, produksi tahun 2017 sebesar 2,029,319,170,00 kilogram atau rata-rata produksi mencapai 14,714,25 kilogram. Potensi udang dan ikan dengan jumlah 5 pengumpul  pada tahun 2017 dengan empat jeni komoditi, yakni udang windu, udang putih, udang banana dan  pink tambak, untuk ekspor udang 736 ton dan eksport ikan 120 ton. Meskipun royalti dari hasil tambang batu bara atau "emas hitam" tersebut tiap tahun yang diterima daerah masih kecil, namun realisasi produksi batu bara periode September 2018 oleh PT Kideco Jaya Agung  sebesar 16,275,950,00 dengan nilai US Dollar 889,051,294,20. Ekspor bata bara curah oleh PT Kideco bulan September 2018 ini meliputi 10 negara tujuan, masing-masing Malaysia, Fhillipina, India, China, Taiwan, Jepang, Korea, Singapura, Stopenia dan Spain

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser resmi menetapkan empat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Paser. Diketahui, keempat pasangan calon tersebut  Fahmi-Masitah,  Sulaeman-Ihwan, Alphard-Arbain dan Tony-Fathurrahman. Pasangan Toni-Fathurrahman merupakan pasangan calon dari jalur independen, Selain diusung Partai Demokrat, Pasangan Alphad -Arbain juga didukung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem dan Partai Berkarya. Pasangan Fahmi-Masitah diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golongan Karya. Bagi Masyarakat Kabupaten Paser, nama Fahmi Fadli sudah demikian familiar. Sebab Fahmi adalah putra dari Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi. Pasangan Sulaiman-Ihwan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB). DPT di Kabupaten Paser sebanyak 187.877 orang  dengan rincian 97.245 pemilih laki-laki dan 90.632 pemilih perempuan. Adapun DPT  tersebut  tersebar di 644 TPS yang ada di 144 desa/kelurahan di Kabupaten Paser.