Kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang didirikan sekitar abadd ke-14. Menurut sejarah Berau, Raja pertama yang memerintah bernama Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma dan Isterinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Pusat pemerintahan kerajaan pada awalnya berkedudukan di Sungai Lati (sekarang menjadi lokasi pertambangan Batu Bara PT. Berau Coal)

Kabupaten Berau memiliki luas wilayah 34.127,47 km2 terdiri dari daratan seluas 21.951,71 km2 dan luas laut  11.962,42 km2, serta terdiri dari 52 pulau besar dan kecil  dengan 13 Kecamatan, 10 Kelurahan, 100 Kampung/Desa. Jika ditinjau dari luas wilayah Kalimantan Timur, luas Kabupaten Berau adalah 13,92% dari luas wilayah Kalimantan Timur, dengan prosentase luas perairan 28,74%, dan Jumlah penduduk pada tahun sebesar 214.828 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 115.521 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 99.307 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Berau mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu 2,84 %.

Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah Pintu Gerbang Pembangunan di wilayah Propinsi Kalimantan Timur Bagian Utara, yang terletak disebelah utara dari Ibukota Propinsi Kalimantan Timur dan sekaligus merupakan Wilayah Daratan dan Pesisir Pantai yang memiliki Sumber Daya Alam, dimana wilayah daratan terdiri dari gugusan bukit yang terdapat hampir disemua kecamatan terutama Kecamatan Kelay yang mempunyai perbukitan Batu Kapur yang luasnya hampir 100 Km2. Sementara didaerah Kecamatan Tubaan terdapat perbukitan yang dikenal dengan Bukit Padai. Daerah pesisir Kabupaten Berau terletak di kecamatan Biduk-Biduk, Talisayan, Pulau Derawan dan Maratua yang secara geografis berbatasan langsung dengan lautan. Kecamatan Pulau Derawan terkenal sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki pantai dan panorama yang sangat indah serta mempunyai beberapa gugusan pulau seperti Pulau Sangalaki

Lebih dari 80 jenis pohon di daerah Berau yang terdaftar terancam punah dalam daftar World Conservation Union (IUCN). Teluk Berau yang merupakan bagian dari Laut Sulawesi terletak di sebuah rute migrasi utama bagi mamalia laut. Terumbu karang Berau terletak 60 kilometer dari Semenanjung Berau dianggap sebagai salah satu tempat laut yang paling penting di Indonesia dan Pulau Derawan adalah bagian dari taman laut tersebut. 

Kabupaten Berau memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan luasan lahan yang dimiliki serta didukung sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni memberikan peluang besar dalam memajukan sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Berau pun bakal memaksimalkan potensi ini sebagai sektor yang akan menjadi pendukung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan memaksimalkan lahan-lahan tidur untuk dikembangkan menjadi lahan produktif di bidang pertanian. Hasil usaha pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian diharapkan bisa memberikan taraf kehidupan yang menjanjikan. Hasil pertanian ini tidak hanya sekadar untuk dikonsumsi pribadi, melainkan juga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi masyarakat. Bahwa pertanian itu bisa menjadi bagian dalam peningkatan perputaran roda perekonomian di masyarakat serta daerah. Berau telah memiliki dasar untuk memajukan sektor pertanian seperti luasan lahan yang terhampar di beberapa kampung dan kecamatan. Potensi lahan pertanian di Berau mencapai 13 ribu hektare , kedepannya akan dibangun pabrik pengolahan pakan ternak di Berau untuk mendukung kemajuan sektor pertanian ini. 

Prospek perekonomian di Kabupaten Berau terus meningkat. Hal ini dilihat dari tingginya aliran investasi yang masuk di Bumi Batiwakkal, sebutan Kabupaten Berau. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Dalam Negeri (DPMDN) Kaltim, Berau menjadi daerah kedua tertinggi yang menyerap dana investasi di Kaltim dengan total investasi masuk Rp 1,16 triliun. Berau berada di bawah Kutai Kartanegara yang menyerap investasi Rp 3,76 triliun. Investasi di wilayah pesisir selatan Berau juga mulai terbuka. Salah satunya rencana pembangunan pabrik semen dengan perkiraan investasi mencapai Rp 4,5 triliun. Pertumbuhan ekonomi di kabupaten Berau juga diikuti oleh menurunnya tingkat kemiskinan di kabupaten ini. Pada tahun 2018, tingkat kemiskinan dilaporkan menurun dari angka 5,41 persen menjadi 5,04 persen yang merupakan terendah di seluruh Kalimantan Timur. 

KPU Kabupaten Berau menetapkan dua pasangan calon yang akan bertanding dalam Pilkada Berau 2020 Desember mendatang.Nomor urut 1 dengan nama calon bupati/walikota: Hj. Seri Marawiah, S.Pd., M.Pd yang merupakan seorang Swasta/Lain-lain. Pendampingnya adalah H. Agus Tantomo yang bekerja sebagai Wakil Bupati. Pasangan calon ini maju lewat jalur partai politik. Didukung oleh Golkar, Nasdem, PDI-Perjuangan, Hanura. Paslon kedua adalah Sri Juniarsih - Gamalis yang diusung oleh PKS, PPP, PAN, Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kaltim sebagai pengusung, menunjuk Sri Juniarsih sebagai calon bupati Berau, menggantikan Muharram yang meninggal dunia Selasa, 22 September 2020. Adapun Sri Juniarsih adalah kader PKS sekaligus istri dari almarhum Muharram. Daftar pemilih tetap untuk Pilkada Berau, dimana untuk 13 kecamatan yang terdiri dari 110 kampung atau kelurahan dan terdiri dari 558 TPS dimana jumlah total keseluruhan laki-laki sebanyak 84.961 pemilih dan perempuan 74.293 untuk totalnya 159.254 pemilih.