Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengaku siap bertanggung jawab atas kerumunan penyambutan Pemimpin Tertingi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di  Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11/2020).

Emil  -- begitu dia biasa disapa --- juga menyampaikan permintaan maaf terkait kerumunan yang dianggap tak mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

"Jadi kalau peristiwa hari ini ingin mencari siapa yang bertanggung jawab, tentunya saya yang bertanggung jawab sebagai pimpinan dan saya menghaturkan permohonan maaf jika dinamika ini membuat situasi kurang baik," kata Emil dalam jumpa pers, Selasa (17/11/2020).

Lebih jauh Emil mengklaim pihaknya bakal memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Menurutnya, kegiatan di Megamendung itu menjadi momentum agar semua pihak turut membantu penanganan virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok China tersebut.

"Semua orang marah, stres, dan capek. Kalau menyalahkan mah gampang, makanya silakan menyalahkan dan saya juga tidak ada masalah. Tapi yang dibutuhkan itu adalah saling menyemangati energi positif dengan memberikan rasa tentram dan memberikan statement yang menyejukkan dan kebaikan semua," ujarnya.

"Kalau main tunjuk tangan juga itu adalah hal yang paling mudah tapi kami tidak akan melakukan itu semua tanggung jawab karenanya saya akhiri. Kalau memang itu risikonya ya saya menyampaikan permohonan maaf dan Insyaallah akan memperbaiki yang kurang dan menyempurnakan apa yang sudah baik," kata Emil menambahkan.

Di sisi lain, Emil juga merespons pencopotan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi. Menurutnya, Rudy selama ini menjalankan tugas dengan baik dalam membantu pihaknya menangani pandemi COVID-19.

"Bahkan beliau dengan semangat menunjukkan solidaritasnya dengan menjadi relawan vaksin tanpa diminta," kata Emil.

Selain menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19, Emil juga mengaku kerap berkomunikasi dengan Rudy dalam berbagai kegiatan di tengah pandemi.

"Saya saksikan kembali dedikasi beliau dari sisi waktu pengendalian demo dan situasi sulit. Jadi saya kira orang dengan sosok Pak Rudy ini saya apresiasi luar biasa," ujarnya.

Sebelumnya, terjadi kerumunan saat kedatangan Rizieq Shihab di Pesantren Alam dan Agrokultural Markas Syariah FPI yang terletak di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11/2020).

Massa pendukung Rizieq Shihab tumpah ruah di sepanjang jalan Tol Ciawi hingga simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat. Mereka menyambut kedatangan rombongan Rizieq Shihab ke kawasan Megamendung.

Rudy saat masih menjabat Kapolda Jabar menyayangkan kegiatan di Megamendung, Bogor yang dihadiri Rizieq Shihab terkait dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19.

Atas temuan tersebut, Polda Jabar akan melakukan evaluasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar dalam rapat Gugus Tugas Penanganan COVID-19.

"Secara protokol kesehatan (kegiatan HRS di Megamendung) masih dipenuhi pelanggaran protokol kesehatan seperti banyak kerumunan orang, tidak menjaga jarak dan banyak yang tidak memakai masker," ujar Rudy usai menghadiri HUT Brimob di Cikeruh, Kabupaten Sumedang, Sabtu (14/11/2020).

Namun, selang tiga hari setelah kerumunan menyambut Rizieq di Megamendung, Rudy dicopot dari jabatannya. Selain itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana juga diganti.

Mabes Polri menyatakan kedua jenderal bintang dua itu dicopot karena tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan COVID-19. Posisi Kapolda Metro Jaya digantikan Irjen Mohammad Fadil Imran. Sedangkan jabatan Kapolda Jawa Barat digantikan Irjen Ahmad Dofiri.