Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Saleh Partaonan Daulay mengkritisi minimnya upaya pemerintah untuk menyosialisasikan penting vaksin untuk mengendalikan pandemi Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19. 

Saleh Partaonan Daulay menyebut, berdasarkan hasil pantauannya, terutama di daerah pemilihannya di Sumatera Utara, masyarakat mengaku akan menolak jika akan disuntik vaksin COVID-19. 

"Satu orangpun tak ada yang mau disuntik vaksin," kata Saleh Partaonan Daulay dalam acara ILC, Selasa (27/10/2020). 

Salah satu penyebab mengapa masyarakat di dapilnya menolak untuk divaksin, kata Saleh Partaonan Daulay adalah karena mereka belum memahami pentingnya vaksin COVID-19. Masyarakat, lanjut dia mengusulkan agar para pejabat penyelenggara negara yang terlebih dahulu disuntik vaksin agar publik dapat mengetahui dampaknya.

“Mereka mengatakan, yang pertama disuntik vaksin adalah presiden, pejabat tinggi negara, menteri, anggota DPR,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Sesuai agenda pemerintah, vaksinasi COVID-19 dijadwalkan diselenggarakan secara bertahap pada November atau Desember 2020 mendatang. Masalahnya, dalam waktu yang sudah mepet seperti sekarang, masyarakat belum memahami secara tuntas manfaat vaksin.

“Tiba-tiba masyarakat tidak mau divaksin, uang kita sudah habis, dan jumlah uangnya tidak sedikit. Banyak sekali,” katanya.

Apa yang ditemukannya di daerah pemilihannya tersebut, kata Saleh Partaonan Daulay, jelas membuktikan bahwa sosialisasi pemerintah tentang pentingnya vaksin COVID-19 minim sehingga masyarakat menolak untuk disuntik. Masalah lain yang tak kalah pentingnya, kata dia, adalah tenaga medis yang juga harus dilatih untuk melakukan vaksinasi.