Sejumlah negara-negara di Eropa menyuarakan pembelaan terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Negara-negara tersebut yakni Jerman, Belanda, Yunani dan Italia.

Macron sebelumnya menjadi sorotan dunia lantaran ucapannya yang dinilai menyudutkan umat Islam.

Pernyataan Macron direspons Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang menyebut Macron perlu perawatan mental. Selain itu, Erdogan juga menyerukan boikot barang-barang asal Prancis.

Kanselir Jerman, Angela Merkel menilai pernyataan Presiden Erdogan terlalu berlebihan. "Itu adalah komentar fitnah yang sama sekali tidak dapat diterima," kata Merkel.

Pimpinan negara seperti Italia, Belanda dan Yunani juga mengkritik sikap Erdogan. Mereka membela Presiden Prancis Emmanuel Macron dari tudingan yang berlebihan.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyebut pernyataan Erdogan tak sepatutnya disampaikan. Dia mengatakan itu lewat akun Twitter pribadinya.

"Kata-kata Presiden Erdogan yang ditujukan kepada @EmmanuelMacron tidak dapat diterima," tulis Rutte.

Rutte menyatakan Belanda terus mendukung kebebasan berbicara dan melawan paham ekstremisme dan radikalisme.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte juga turut mengkritik sikap Erdogan. Menurutnya, sikap Erdogan tersebut malah membuat Turki menjadi semakin sulit untuk memperbaiki hubungan dengan Uni Eropa.

"Penghinaan pribadi tidak membantu agenda positif yang ingin dijalin Uni Eropa dengan Turki," tuturnya.