Manusia memang bisa beruntung, namun dengan bekerja lebih keras, peluang untuk mendapat keberuntungan akan semakin besar. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Ritesh Agarwal founder sekaligus CEO OYO Rooms. Berkat kerja keras dan keberuntungan, pria kelahiran Bissam Cuttack, Rayagada, India, 16 November 1993 ini sekarang memiliki kekayaan US$1,1 Miliar atau setara dengan Rp16,159 triliun dari 43.000 hotel yang dia rintis. 

Ritesh Agarwal berhasil memberikan pelajaran yang berharga bagi siapa pun. untuk mencapai kesuksesan, bisa dimulai dari titik nol. Seperti kisahnya yang hidup dari keluarga yang tidak mampu. Ritesh Agarwal berasal dari sebuah kota bernama Rayagada, India, sebuah kota kecil yang mayoritas masyarakatnya masih berpenghasilan 10 dolar sehari.

Selama 18 tahun hidup miskin dan bahkan pernah diusir dari apartemennya karena tidak mampu membayar karena uang yang tersisa di rekeningnya hanya 0,5. Hingga akhirnya Ritest menemukan ide untuk membantu sebuah hotel yang sepi tidak ada pengunjungnya.

Dengan ide cemerlangnya dirubahlah hotel tersebut dengan disempurnakan lampunya, penataan interiornya, menambah air minum, pigura foto, dan layanan komunikasi seperti telepon, hingga wifi. Kemudian Ritesh megabadikan ruangan yang sudah direnovasi dan meng-upload ke internet dan akhirnya menjadi ramai

Ritest kemudian sukses menjadi miliarder, setelah bisnis hotel OYO yang ia kembangkan berekspansi ke negara-negara berkembang. Meski sempat putus sekolah, Ritesh Agarwal membuktikan bahwa dirinya bisa sukses bersaing di industri bisnis. Hingga kini Agarwal sukses membangun hotel budget dengan Brand OYO di India hingga 18.000 lokasi. Untuk kawasan Asia ia berekspansi ke China dengan total 13.000 hotel OYO di 338 kota.

Selanjutnya ia terus membangun lini usahanya hingga mencakup Inggris, Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab. Hanya dalam kurun waktu singkat yakni 6 tahun, Ritesh Agarwal menjadi salah satu miliarder termuda di India yang mengembangkan brand hotel secara global dan kini membidik potensi usahanya di AS.

“AS adalah salah satu pasar perhotelan terbesar, baik dalam hal pariwisata (domestic) dan internasional, dan karenanya memberikan peluang besar bagi kami,” kata Agarwal. 

Saat ini di AS, Ritesh Agarwal memiliki 200 lokasi. Namun ia tampaknya tidak puas dan terus mengembangkan bisnis OYO. Agustus lalu, OYO membeli Hooters Casino Hotel yang memiliki 657 kamar di Nevada, ia kemudian menyesuaikan dengan standar OYO dan dinamai OYO Hotel & Casino Las Vegas.

Membeli hotel bukanlah sistem bisnis Ritesh Agarwal di mana hanya ada dua lokasi yang dibeli oleh Agarwal untuk direnovasi. Sisanya adalah bentuk bisnis kemitraan atau waralaba di mana OYO menyewa hotel dari pemiliknya. Dalam sistem bisnisnya, mitra hotel mempertahankan kepemilikan hotel, sementara OYO memberikan bentuk manajemen, pencitraan merek, standar layanan, dan menjamin tingkat hunian yang lebih tinggi.

Di Indonesia sendiri hotel OYO masuk dalam jajaran hotel budget dengan range per malamnya Rp150.000 sampai dengan Rp400.000. Bahkan aplikasi reservasi OYO kini sudah bisa diunduh di Play Store yang mengcover lokasi OYO di seluruh dunia.

OYO, yang awalnya merupakan singkatan dari “On Your Own” sebuah situs web yang menawarkan inventaris kamar hotel bermerek di seluruh India dengan fasilitas standar, seperti WiFi gratis, TV layar datar, linen berkualitas, dan perlengkapan mandi bermerek.

Awal memulai bisnis, Ritesh Agarwal mempresentasikan rencananya kepada perusahaan pendanaan Lightspeed Ventures. Lightspeed Ventures kemudian menyetujui ide tersebut dan menginvestasikan 600.000 Dollar AS sebagai modal awal.

Pada 2016, OYO memperluas bisnisnya dan mulai membangun sistem waralaba. Kini OYO memiliki lebih dari 35.000 hotel di 800 kota dan mempekerjakan 20.000 orang, di mana setengahnya berasal dari India.

OYO juga menjaring investor besar lainnya seperti SoftBank, Sequoia Capital India, Airbnb dan Greenoaks Capital dengan nilai investasi 10 Miliar Dollar AS. Oktober ini, perusahaan mengumpulkan 1,5 miliar Dollar AS, termasuk investasi 700 juta Dollar AS dari Agarwal, yang sekarang memiliki 30% saham di perusahaan.

Ritesh Agarwal juga membeli saham yang ada senilai 1,3 miliar Dollar AS dari investor Lightspeed Venture Partners dan Sequoia Capital. OYO mengatakan investasi ini akan membantu mendorong upaya ekspansi.