Kabupaten Natuna, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatra Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat. Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. 

Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1. 400.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680.000. barel. Hewan khas Natuna adalah kekah. Luas wilayah natuna adalah 2.009,85km2. Penduduk Kabupaten Natuna berdasarkan registrasi penduduk tahun 2019 yaitu berjumlah 81.952 jiwa yang terdiri atas 41.910 jiwa penduduk laki-laki dan 40.042 jiwa penduduk perempuan. 

Kepadatan penduduk di Kabupaten Natuna tahun 2019 yaitu 41,43 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 15 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Midai dengan kepadatan sebesar 262,72 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Bunguran Utara sebesar 11,73 jiwa/km2.

Tanaman palawija banyak ditanam di Natuna untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu palawija termasuk dalam pertanian subsisten. Tanaman yang paling banyak dipanen yaitu ubi kayu sebanyak 84,4 hektar. Kecamatan dengan panen ubi kayu terbanyak adalah Serasan dengan luas panen sebesar 24 hektar. Selain ubi kayu, tanaman palawija yang juga ditanam di Natuna adalah tanaman jagung dan kedelai. Keadaan wilayah geografis yang sebagian besarnya merupakan laut menjadikan potensi perikanan Kabupaten Natuna memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. 

Perikanan tangkap lebih mendominasi baik dari segi jumlah rumah tangga usaha maupun produksi dibanding perikanan budidaya. Jumlah produksi perikanan tangkap di laut tahun 2019 mencapai 104.879,81 ton dengan nilai 2.565.475.463 ribu rupiah. Kecamatan dengan produksi perikanan tangkap di laut yang terbesar adalah kecamatan Bunguran Barat, dengan produksi sebanyak 26.019,51 ton, atau sebanyak 24,80 persen dari total produksi di Natuna. Hasil dari kegiatan pertambangan di Kabupaten Natuna meliputi minyak mentah dan gas bumi. 

Pilkada Kabupaten Natuna tahun 2020 diikuti oleh dua paslon yakni pasangan Mustamin Bakri dan Derry Purnamasari yang telah ditetapkan sebagai Paslon nomor urut 01 dan pasangan Wan Siswandi dan Rodhial Huda ditetapkan sebagai Paslon nomor urut 02. Pasangan Wan Siswandi-Rodhial Huda diusung PDI-P, Hanura, Demokrat, Gerindra, PPP, NasDem dan Perindo, PKB dan Partai Gelora. Sehingga ada 7 partai pengusung dan 2 partai pendukung. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Natuna menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2020 sebanyak 52.896 pemilih. DPT ini tersebar di 170 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 77 desa di Kabupaten Natuna. Adapun DPT setiap kecamatan yang masuk dalam rekapitulasi Kabupaten terdiri dari Kecamatan Midai sebanyak 2.485 pemilih, Bunguran Barat 5.291, Serasan 3.661, Bunguran Timur 15.807, Bunguran Utara 3.143, Kecamatan Subi 2.061, Pulau Laut 1.601, Pulau Tiga 2.516, Bunguran Timur Laut 3.654, Bunguran Tengah 2.563, Bunguran Selatan 2.212, Serasan Timur 2.322, Bunguran Batubi 2.797, Pulau Tiga Barat 1.485 dan Kecamatan Suak Midai sebanyak 1.298 pemilih.