Jika nanti memang melawan petahana Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020, calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengancam akan menutup kilang minyak. Janji itu diutarakan Jow Biden dalam upaya memerangi efek dari polusi bahan kimia dan bahan bakar fosil.

Tak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, Joe Biden menyebut bahwa pabrik minyak juga berdampak negatif terhadap kesehatan komunitas yang hidup di dekat pabrik.

"Begitu banyak orang-orang di negara bagian saya sakit dan terkena kanker. Faktanya adalah komunitas garis depan, tidak peduli berapa pun Anda membayar mereka. Penting bagaimana Anda menjaganya agar tetap aman," tegasnya dalam debat terakhir Capres yang disiarkan langsung dari Belmort University, Nashville, Kamis (22/10/2020).

Joe Biden juga mengejek Donald Trump yang tidak familiar dengan isu lingkungan dan menyebut bahwa keluarga-keluarga yang tinggal dan bekerja dekat pabrik minyak mengantongi pendapatan yang lebih tinggi sejak ia menjabat.

Joe Biden juga berargumen bahwa seberapa besar pun kenaikan pendapatan tersebut tidak sebanding dengan efek terhadap kesehatan mereka dan lingkungan.

"Tanggapan saya adalah orang-orang itu hidup di tempat yang mereka sebut 'pagar'. (Trump) tidak memahami ini. Mereka tinggal di dekat pabrik kimia, pabrik minyak serta kilang yang mencemari," katanya.

Mendapat pertanyaan sama, yaitu bagaimana ia akan memerangi dampak dari polusi pabrik kimia, Trump justru menyebut mereka yang hidup dekat dengan kilang dan pabrik minyak mendapat keuntungan ekonomi.

"Keluarga yang kita bicarakan ini mendapat pekerjaan dan mendapat pendapatan lebih banyak dari sebelumnya. Kalau kau lihat angkanya, masyarakat hispanic, asia, dan kulit hitam, pendapat mereka 9 kali lebih besar di bawah 3 tahun kepemimpinan saya dibandingkan 8 tahun mereka berdua (Obama dan Biden)," jawab Donald Trump.