Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyetujui pengangkatan jajaran direksi baru di tubuh perseroan.

Selain nama Darmawan Junaidi sebagai CEO baru Bank Mandiri dan Dirut Bank Mandiri, nama lain yang menyita perhatian adalah Alexandra Askandar.

Ia menggantikan posisi Hery Gunardi yang mendapat penugasan khusus mengawal merger bank-bank BUMN syariah.

"Kami di Kementerian BUMN terus memberikan kesempatan untuk memperbesar komposisi pimpinan wanita di perusahaan-perusahaan BUMN," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dalam keterangan tertulis.

"Penunjukan Alexandra sebagai Wakil Direktur Utama di Bank Mandiri merupakan bagian dari usaha kami untuk terus meningkatkan persentase perempuan, hingga 15 persen pada jajaran pimpinan senior di BUMN. Sebelumnya, kami juga menunjuk Adi Sulistyowati sebagai Wakil Direktur Utama BNI."

Sosok wanita asal Medan di jajaran puncak Bank Mandiri, tentu bukan orang sembarangan. Putri bankir senior BDN dan BBRI Askandar periode 2000-2006 itu merupakan jebolan Universitas Indonesia dan meraih gelar MBA dari Boston University, Amerika Serikat.



Dunia perbankan bukanlah dunia baru bagi Alexandra. Ia punya catatan lengkap dalam karirnya di Bank Mandiri.

Sandra begitu Alexandra disapa, bergabung di Bank Mandiri langsung menjadi Group Head Corporate Banking pada 2015.

Kemudian, wanita kelahiran 1972 itu ditunjuk menjadi Senior Executive Vice President pada 2016. Alexandra ditunjuk jadi direktur Bank Mandiri pada 2018.