Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyatakan warga internasional gagal memenangi perang melawan pandemi COVID-19.

Ia menyebut faktor utama kegagalan lantaran banyak negara yang tidak kompak dalam upaya mengatasi berbagai tantangan global seperti pandemi.

Ia mencontoh, masih adanya konflik di Afghanistan, Yaman dan Suriah, padahal di satu sisi warga internasional butuh kekompakkan. "Ini sumber frustrasi yang luar biasa," ucapnya kepada kantor berita Portugal, Lusa.

Mantan perdana menteri Portugal itu memperingatkan perlunya aksi bersama untuk mencegah jutaan orang jatuh ke dalam kemiskinan dan kelaparan.

Ia mengatakan jauh lebih banyak hal dapat dilakukan jika negara-negara bergotong royong memerangi penyakit virus corona, yang telah menelan lebih dari satu juta jiwa secara global.

"Pandemi COVID-19 merupakan tantangan global utama bagi seluruh masyarakat internasional, bagi multilateralisme dan bagi saya, sebagai sekretaris jenderal PBB," kata Guterres

"Sayangnya itu adalah sebuah ujian yang, sejauh ini, gagal dilakukan oleh masyarakat internasional."

Menurutnya, jika langkah-langkah terkoordinasi tidak dilakukan, "virus mikroskopis dapat mendorong jutaan orang jatuh ke dalam kemiskinan dan kelaparan, dengan dampak ekonomi yang menghancurkan dalam beberapa tahun ke depan."

Lebih dari 39 juta orang di dunia terinfeksi COVID-19, menurut hitungan Reuters yang berdasarkan pada data resmi.

Infeksi virus corona dilaporkan di lebih dari 210 negara dan wilayah sejak kasus pertama terdeteksi di China pada Desember tahun lalu.