Kabupaten Nias merupakan salah satu kabupaten dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara memiliki luas wilayah seluas 143.864,32 Ha yang terdiri dari luas daratan 85.342,32 Ha dan laut seluas 58.522,00 Ha. Wilayah administrasi Kabupaten Nias terbagi dalam 10 Kecamatan, yaitu Idanogawo, Bawolato, Ulugawo, Gido, Ma’u, Somolo-molo, Hiliduho, Hiliserangkai, Hiliduho dan Sogaeadu dan 170 Desa dengan batas-batas wilayah sebagai berikut; Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Utara. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Nias Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Kota Gunungsitoli dan Samudera Indonesia, serta sebelah Barat berbatasan dengan  Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara.

Penduduk Kabupaten Nias umumnya adalah Nias dan Suku Batak dll.  Agama mayoritas yang dianut adalah Kristen sebesar 80.64% dari jumlah total penduduk. Jumlah total penduduk menurut BPS 2018 Total 168.703 jiwa dengan kepadatan 172,09 jiwa/km2. Persentase pemeluk agama sebagai berikut Islam (0.92%) Kristen Protestan, (80.64%) dan Katolik (18.44%). 

Struktur ekonomi Kabupaten Nias masih berbasis pada pemanfaatan sumber daya alam atau masih berstruktur primer. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian yang menciptakan nilai tambah terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Nias. Secara riil, fluktuasi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah tergambar melalui pengerahan PDRB atas dasar harga konstan. 

Perkembangan PDRB atas dasar harga konstan cendrung menunjukkan perkembangan positif, hal ini menunjukkan adanya peningkatan perekonomian dari tahun ke tahun. total nilai tambah/PDRB Kabupaten Nias atas dasar harga konstan pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 579,58 milyar, yang dihasilkan oleh sektor pertanian dengan jumlah nilai tambah/PDRB sebesar Rp 286,80 milyar; pertambangan dan penggalian sebesar Rp 21,35 milyar; industri pengolahan sebesar Rp 6,17 milyar; listrik, gas dan air bersih sebesar Rp 742,88 juta; bangunan sebesar Rp 43,98 milyar perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp 35,06 milyar; pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 16,65 milyar; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar Rp 22,18 milyar; dan jasa-jasa sebesar Rp 146,63 milyar,

Dalam bahasa daerah Nias, Pulau Nias disebut dengan istilah Tanö Niha. Penghasilan utama penduduknya sebagian besar masih mengandalkan dari hasil pertanian. Luas lahan potensial mencapai 81.389 hektare yang terdiri dari sawah 22.486 hektare dan lahan kering 58.903 hektare. Namun, potensi yang dimiliki itu belum memberikan hasil maksimal untuk mampu mencapai swasembada pangan.