Kabupaten Karo ini memiliki luas wilayah 2.127,25 km2 dan berpenduduk sebanyak 409.675 jiwa . Kabupaten ini berlokasi di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan Sumatra Utara. Terletak sejauh 77 km dari kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatra Utara. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada diketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17° C. Di dataran tinggi Karo ini bisa ditemukan indahnya nuansa alam pegunungan dengan udara yang sejuk dan berciri khas daerah buah dan sayur. Di daerah ini juga bisa kita nikmati keindahan Gunung berapi Sibayak yang masih aktif dan berlokasi di atas ketinggian 2.172 meter dari permukaan laut. Arti kata Sibayak adalah Raja. Berarti Gunung Sibayak adalah Gunung Raja menurut pengertian nenek moyang suku Karo.

Suku Karo adalah suku  asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan,  Kabupaten Aceh Tenggara dan  terutama Kabupaten Karo. Nama Kabupaten Karo sendiri diambil dari nama suku  yang memiliki salam khas, yaitu Mejuah-juah.  Agama mayoritas yang dianut adalah Kristen Protestan  sebesar 58,30% dari jumlah total penduduk. 

Jumlah total penduduk menurut BPS 2018 Total 409.675 jiwa dengan kepadatan 192,58 jiwa/km2. Persentase pemeluk agama sebagai berikut Islam (23,15%) Kristen Protestan, (58,30%) Katolik (17,66%), Buddha (0,49%), Konghuchu 0,38% dan Hindu 0,02%. Hal lain yang penting dalam susunan masyarakat Karo adalah rakut sitelu atau daliken sitelu (artinya secara metaforik adalah tungku nan tiga), yang berarti ikatan yang tiga. Arti rakut sitelu tersebut adalah sangkep nggeluh (kelengkapan hidup) bagi orang Karo. Kelengkapan yang dimaksud adalah lembaga sosial yang terdapat dalam masyarakat Karo yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu: kalimbubu, anak berun dan senina. Kalimbubu dapat didefinisikan sebagai keluarga pemberi isteri, anak beru keluarga yang mengambil atau menerima isteri, dan senina keluarga satu galur keturunan merga atau keluarga inti. dll.

Perekonomian Karo tahun 2017 jika dibandingkan tahun sebelumnya tumbuh sebesar 5,21 persen. Berdasarkan pendekatan produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan sepeda motor sebesar 6,05 persen. Diikuti oleh Lapangan Usaha industri pengolahan  sebesar 5,96 persen dan jasa perusahaan 5,92 persen. Perekonomian Karo tahun 2017 jika dibandingkan tahun sebelumnya tumbuh sebesar 5,21 persen. Berdasarkan pendekatan produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan sepeda motor sebesar 6,05 persen. Diikuti oleh Lapangan Usaha industri pengolahan  sebesar 5,96 persen dan jasa perusahaan 5,92 persen.

Brastagi merupakan salah satu kota turis di Sumatera Utara yang sangat terkenal dengan produk pertaniannya yang unggul. Salah satunya adalah buah jeruk dan produk minuman yang terkenal yaitu sebagai penghasil Markisa Jus yang terkenal hingga seluruh nusantara. Mayoritas suku Karo bermukim di daerah pegunungan ini, tepatnya di daerah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang sering disebut sebagai atau "Taneh Karo Simalem". 

Banyak keunikan-keunikan terdapat pada masyarakat Karo, baik dari geografis, alam, maupun bentuk masakan. Masakan Karo, salah satu yang unik adalah disebut terites. Terites ini disajikan pada saat pesta budaya, seperti pesta pernikahan, pesta memasuki rumah baru, dan pesta tahunan yang dinamakan -kerja tahun-. Trites ini bahannya diambil dari isilambung sapi/kerbau, yang belum dikeluarkan sebagai kotoran. Bahan inilah yang diolah sedemikian rupa dicampur dengan bahan rempah-rempah sehingga aroma tajam pada isi lambung berkurang dan dapat dinikmati. Masakan ini merupakan makanan favorit yang suguhan pertama diberikan kepada yang dihormati.

Pilkada di Kabupaten yang baru saja menerima penghargaan Indonesian Best of the Best Awards 2020 "Pemimpin Pembawa Perubahan" for Government versi Seven Media Asia Michedu ini sendiri pada tahun 2020 diikuti oleh lima pasangan calon yakni pasangan Iwan Sembiring Depari berpasangan dengan Budianto Surbakti yang diusung oleh Partai PDIP jumlah 8 kursi di Legislatif. Menyusul pasangan, Yus Felesky Surbakti-Paulus Sitepu diusung partai Golkar, PAN dan Demokrat jumlah 10 kursi di Legislatif. Kemudian pasangan, Cory SriWati Sebayang-Theopilus Ginting diusung partai Gerindra dan Perindo jumlah 7 kursi di Legislatif. Pasangan, Jusua Ginting-Saberina Tarigan, di Usung partai Hanura, Nasdem dan PKPI jumlah 10 kursi di Legislatif. Kemudian, dari Jalur perseorangan (Independen) pasangan Cuaca Bangun-Agen Morgan Purba. Dipastikan sebanyak kurang lebih 284.312 DPT, sedangkan jumlah TPS sendiri diperkirakan mencapai 1.110 TPS yang tersebar di 17 Kecamatan.