Secara Geografis Kabupaten Samosir terletak pada 20 24‘ –  20 25‘ Lintang Utara dan 980 21‘ –  990 55‘ BT. Secara Administratif Wilayah Kabupaten Samosir diapit oleh tujuh Kabupaten, yaitu di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun; di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir; di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan; dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Barat. Penggunaan Lahan Kabupaten Samosir memiliki 10 buah sungai yang keseluruhannya bermuara ke Danau Toba. 

Sebagian dari sungai tersebut telah dimanfaatkan untuk mengairi lahan sawah seluas 3.987 ha, lahan sawah yang beririgasi setengah teknis (62,13 % dari luas yang ada). Panjang saluran irigasi di Kabupaten Samosir mencapai 74,77 km, terdiri dari irigasi setengah teknis 70,63 km (21,53 km saluran primer dan 49,10 km saluran sekunder) dan irigasi sederhana 4,14 km.Luas lahan produktif di Kabupaten Samosir mencapai 69.798 ha, terdiri dari lahan sawah 7.247 ha (10,4 %), dan lahan kering 62.551 ha (89,6 %). Terbatasnya sarana irigasi, modal dan tenaga kerja kasar mengakibatkan hanya 14.110 ha (22,56 %) lahan kering yang dikelola. Selebihnya merupakan lahan tidur seluas 48.441 ha atau 77,44 % dari lahan kering yang dapat dikelola.

Berdasarkan sensus BPS, pada tahun 2018 kota ini memiliki populasi penduduk sebanyak 125.816 jiwa dengan luas wilayah sekitar 1.444 km², maka Kabupaten Samosir memiliki kepadatan penduduk 105,8 jiwa/km2. Protestasn adalah agama mayoritas yang dianut sekitar 56.90% masyarakat Kabupaten Samosir. Selain itu ada juga yang beragama Katolik 41.69%, Islam 1.01%, dan Parmalim sebanyak 0.40%. 

Jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Samosir lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Jumlah penduduk Kabupaten Samosir yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 63.767 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 66.801 jiwa. Dengan demikian sex ratio penduduk Kabupaten Samosir sebesar 95,46 persen. Angka ini menunjukkan bahwa dari seetiap 100 perempuan terdapat sekitar 95,46 orang laki-laki. Kecamatan denga angka sex ratio terkecil terdapat di Kecamatan Onan Runggu sebesar 86,97 persen. Kecenderungan ini menunjukkan bahwa kebanyakan laki-laki merantau ke luar daerah baik untuk mencari pendidikan maupun tujuan melanjutkan pendidikan.

Kabupaten Samosir memiliki keragaman budaya yang didominasi oleh budaya Batak Toba. Budaya Batak Toba di Kabupaten Samosir merupakan hasil akulturasi dengan kebudayaan lain, diantaranya adalah perpaduan dengan budaya India yang dapat dilihat dari pemakaian aksara batak yang berafiliasi pada aksara India. Ritus di Kabupaten Samosir terdapat dalam berbagai kegiatan diantaranya pada upacara perkawinan, upacara kematian, upacara penggalian tulang belulang nenek moyang, Pesta Gondang Naposo, Marhori-hori Dinding (silaturahmi awal), Sungkonan Utang, ritual kepercayaan, Sulang-sulang Hariapan, upacara menabur benih, Mangelek Habonaran (penyembahan roh penghuni suatu kampung, sumber mata air), Mangase Tao, ritual kepercayaan Mangallang Babi Ambat, Mambosuri, Manulangi, Tonggo Raja/Marria Raja. Di Kabupaten Samosir, Bahasa Batak Toba merupakan bahasa yang masih digunakan dalam berkomunikasi sehar-hari terutama pada acara adat dan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Selain itu di Kabupaten Samosir juga terdapat Aksara Batak yang diajarkan sejak kelas 3 SD sampai dengan SMP.

Sesuai data Badan Pusat Statistik, Strategis Makro Ekonomi, Kabupaten Samosir bertumbuh positif, dimana pertumbuhan ekonomi, mengalami kenaikan (tahun 2016 sebesar 5,27%, tahun 2017 mencapai 5,37% dan Tahun 2018 sebesar 5,58%) dimana pertumbuhan ekonomi di Samosir, rata-rata di atas nasional. PDRB perkapita penduduk Kabupaten Samosir dari tahun 2016-2018 adalah Rp 27.655.311 , tahun 2018 Rp 29.987.135 dan pada tahun 2018 Rp 32.469.661. Sementara indeks pembangunan manusia dari tahun 2016-2018 adalah 68,82, 69,43, 69,99, Angka harapan hidup masyarakat Samosir juga meningkat, 70,47, 70,68, 70,87. Tingkat kemiskinan Kabupaten Samosir yahun 2016-2019 adalah 14,40% atau 18.010 jiwa, tahun 2017, 14,72% atau 18.410 jiwa dan pada Tahun 2018 13,38% atau 16.810 jiwa.