Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengkonfirmasi, ratusan jiwa mengungsi akibat banjir yang terjadi di wilayah Ibu Kota akibat banjir kiriman dan karena hujan yang cukup intens sejak kemarin, Senin (21/09/2020). Masyarakat yang mengungsi tersebar di beberapa lokasi yang ada di DKI Jakarta.

"Pengungsi ada 104 jiwa," kata Kepala BPBD DKI Jakarta, Mohammad Insaf di Jakarta, Selasa, (22/09/2020).

Lebih jauh Insaf menuturkan, BPBD DKI Jakarta juga menyiapkan pos pengungsian ada lima lokasi yaitu, Musala Riyadhul Saadah, Kelurahan Kembangan Utara, PT Delta Laras Wisata, RW 07 Kelurahan Rawajati, Puskesmas Rawajati 2, RW 07 Kelurahan Rawajati, halaman rumah dinas, RW 07 Kelurahan Rawajati, dan Rusunawa Pengadegan, Kelurahan Pengadegan. 

Banjir yang mengakibatkan sejumlah RT yang ada di Jakarta itu terendam karena air hujan dan juga adanya air kiriman dari wilayah Bogor, Jawa Barat. Beberapa Rukun Tetangga atau RT yang terendam banjir itu tersebar di berbagai wilayah di Jakarta di antaranya:

RT tergenang: 63 RT (0,21 persen)

- Jakarta Barat terdapat 14 RT dengan ketinggian 10 s/d 80 cm. 
- Jakarta Selatan terdapat 10 RT dengan ketinggian 10 s/d 40 cm. 
- Jakarta Timur terdapat 37 RT dengan ketinggian 10 s/d 100 cm. 
- Jakarta Utara terdapat 1 RT dengan ketinggian 20 s/d 50 cm. 
- Jakarta Pusat terdapat 1 RT dengan ketinggian 20 cm.

Senin kemarin, hujan yang mengguyur Bogor sejak sore membuat level ketinggian air di Bendungan Katulampa terus mengalami kenaikan. Bahkan Tinggi Muka Air (TMA) saat itu sudah mencapai siaga satu atau 250 sentimeter.

Dikutip dari Instagram BPBD Kota Bogor @bobd.kotabogor, Senin, (21/09/2020), kenaikan TMA terjadi sejak pukul 17.49 WIB yaitu 40 cm. Kemudian pada 17.53 WIB, TMA naik menjadi 120 cm atau siaga 4.