Biro Investigasi Federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) berhasil menggagalkan sebuh paket surat berisi racun risin dan dialamatkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal itu diketahui setelah dilakukan dua tes untuk mengkonfirmasi keberadaan risin di surat yang diduga dikirim dari Kanada, seperti ditulis CNN, Minggu (20/09/2020).

Semua surat untuk Gedung Putih disortir dan disaring di fasilitas luar lokasi sebelum mencapai Gedung Putih. Seorang pejabat penegak hukum AS mengatakan, penyelidik sedang mencari kemungkinan paket yang mengandung racun risin yang dikirim ke Donald Trump berasal dari Kanada.

"Kami mengetahui laporan tentang paket yang berisi ricin yang diarahkan ke situs pemerintah federal AS. Penegakan hukum Kanada bekerja sama dengan mitranya di AS. . Karena ini adalah investigasi aktif, kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut," jelas Mary-Liz Power, Kepala Juru Bicara Menteri Keamanan Publik Kanada, Bill Blair.

Pihak berwenang sedang menyelidiki paket tambahan serupa yang dikirimkan ke alamat di Texas yang mungkin terhubung ke pengirim yang sama di Kanada, kata seorang pejabat penegak hukum AS.

Risin merupakan senyawa yang sangat beracun yang diekstrak dari biji jarak yang telah digunakan dalam sejumlah kasus teror. Racun tersebut dapat berbentuk bubuk, pelet, atau asam. Jika tertelan, hal itu menyebabkan mual, muntah, dan pendarahan internal lambung dan usus, diikuti oleh kegagalan hati, limpa dan ginjal, dan kematian akibat runtuhnya sistem peredaran darah.

"FBI dan mitra Secret Service AS dan Layanan Inspeksi Pos AS kami sedang menyelidiki surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemerintah AS. Saat ini, tidak ada ancaman yang diketahui terhadap keselamatan publik," kata kantor FBI di Washington.