Atas capaian ini, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto girangnya bukan main. Dia mengatakan, sepanjang Januari hingga Agustus 2020, neraca perdagangan bisa surplus sebesar US$11,05 miliar. Dalam kurun waktu tersebut, nilai ekspor tercatat US$103,15 miliar, sementara impor mendarat di angka US$92,10 miliar.

Politisi PKB ini mengatakan, pemerintah masih tetap waspada lantaran surplus itu disebabkan oleh menurunnya nilai impor. "Meski surplus, kita harus tetap waspada. Karena surplus ini disebabkan impor yang turun lebih dalam dari periode sebelumnya," ujar Agus dalam acara Lecture of The Year, Minggu (20/9/2020).

Secara tahunan atau year on year (yoy), nilai impor diketahui memang mengalami penurunan cukup dalam hingga 18,06%. Sedangkan, ekspor hanya turun 6,51%.

Menurut Agus, ada beberapa tantangan di sektor perdagangan selama masih berlangsungnya pandemi COVID-19. Terutama terhambatnya perdagangan internasional karena banyak negara menerapkan lockdown. "Lalu ada ancaman resesi ekonomi global, perubahan pola konsumsi, dan daya beli masyarakat yang melemah," jelas Agus.