Jubir pemerintah soal penanganan corona Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan kendala utama yang membuat wabah belum terkendali sampai saat ini. Padahal pandemi sudah berjalan hampir 7 bulan.

"Kendala utama dari pemerintah pusat tentunya, semua datanya harusnya terintegrasi jadi satu, interoperable. Kendala utama ini jadi tantangan kita sejak awal sampai dengan sekarang," kata Prof Wiku dalam webinar di Jakarta, Minggu (20/9).

Wiku lalu menyebut sejumlah daerah yang sulit sekali menyinkronkan data seputar corona. Hal ini karena sistem pengumpulannya yang berbeda.

"Beberapa daerah, terutama Semarang, Jateng, jatim, masih saja ada data yang tidak sinkron antara data dengan daerah dengan pusat. Karena sistem pengumpulan datanya sendiri berbeda dan tidak jadi satu," urainya.

"Sehingga kesulitan juga pemerintah pusat di Kemenkes untuk melakukan verifikasi. Mulai dari data lab dalam konteks tracing, begitu juga yang dilakukan oleh dinkes," sambung dia.

Menurut Wiku dikutip Kumparan.com, jika semua daerah di indonesia bisa mengembangkan jadi satu kesatuan sistem yang interoperable, maka saat itu juga gubernur bisa dapat laporan dari seluruh kab/kota yang ada di provinsinya. Setelah itu bisa action langsung untuk mengambil kebijakan.

"Sehingga deployment support bisa dilakukan dengan baik, dan dari waktu ke waktu sudah mulai membaik. Ini betul-betul harus diamati oleh seluruh rakyat Indonesia dan Pemda. Kalau ada kasus segera laporkan," tutur dia.

"Semakin bagus datanya, semakin bagus navigasinya menanganinya," tutup Wiku.