Kabar Presiden Joko Widodo bakal berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB pada pekan depan, dinantikan banyak kalangan. Walau hanya virtual, kehadiran Jokowi ini menjadi kali pertama sejak menjabat sebagai presiden RI 2014 lalu.

Meski begitu, banyak pihak yang khawatir dengan pidato Jokowi tersebut bakal diganggu hackee. Salah satunya dari pakar filsafat, Rocky Gerung yang mengaku khawatir pasca Presiden Jokowi berpidato tersebut.

Karena kata Rocky, saat kabar Jokowi akan berpidato di PBB yang muncul adalah sinisme yang beredar begitu cepat.



"Saya nggak nakut-nakuti, saya justru takut nanti akan ada meme baru beredar. Begitu berita itu muncul, sinisme justru beredar lebih cepat daripada afirmasi terhadap potensi itu," ujar Rocky Gerung seperti video yang diunggah di akun Youtube Rocky Gerung Official seperti dilihat RMOL, Minggu (20/9).

Menariknya, lanjut Rocky, setelah Presiden Jokowi berpidato, diramal akan ada kesibukan dari pihak istana untuk membetulkan kalimat presiden kepada rakyat Indonesia.

"Semacam kurikulum tersembunyi, bahwa begitu Presiden ngomong "IHSG akan drop lagi, kepercayaan publik akan turun lagi, legitimasi akan berkurang", nanti akan ada kesibukan lagi pihak istana untuk membetul-betulkan kalimat presiden. Itu sebetulnya yang saya khawatirkan,” tuturnya.

“Jadi saya gak khawatirkan kenekatan presiden, yang saya khawatirkan adalah pasca itu," jelas Rocky.



Kekhawatiran semakin memuncak jika nanti pidati yang digelar virtual itu disusupi para peretas. Hal ini tentu berbeda jika Jokowi hadir secara fisik di markas PBB, sehingga tidak akan gangguan hacker.

“Tapi kalau virtual webinar kita nih bisa gawat, karena sudah diberitakan oleh departemen luar negeri bahwa Presiden akan berpidato, maka hacker sedunia sudah bersiap-siap untuk nyelonong ke dalam akun-akun goverment, nah itu sebetulnya tuh," pungkas Rocky.