Dalam menggelar Asian Games 2018 lalu, pemerintah mencanangkan empat sukses, yakni penyelenggaraan, prestasi, pemberdayaan ekonomi, dan administrasi. Di bidang ekonomi, sukses diperoleh berkat dampak ekonomi langsung yang mencapai lebih dari Rp40 triliun. Sementara dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 mendapat apresiasi dari IOC (Komite Olimpiade Internasional), OCA (Dewan Olimpiade Asia), dan 45 negara peserta serta ditonton lebih dari 4,5 miliar pemirsa di seluruh dunia.

Pendeknya, Sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir berhasil menuntaskan tugasnya tanpa cacat. Dan tampaknya, inilah salah satu alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Dukungan Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021. 

Dalam Inspres tersebut, Jokowi menginstruksikan menteri hingga bupati untuk mendukung penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup tahun depan. Hal ini berdasarkan keputusan FIFA Council Meeting di Shanghai yang menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Sepakbola FIFA U-20 (FIFA U-20 World Cup) Tahun 2021.

"Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Indonesia mempunyai tanggungjawab terhadap penyelenggaraan FIFA U-2O World Cup Tahun 2O2l; bahwa sehubungan dengan pertimbangan padahuruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-2O World Cup tahun 2O21," tulis Dokumen yang dikutip SINDOnews,di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Berdasarkan aturan tersebut, Jokowi menginstruksikan kepada sejumlah pejabat termasuk menteri-menteri di sektor ekonomi. Menteri BUMN juga dilibatkan sebagaimana disebut pada pasal 13. Menteri BUMN memfasilitasi (a) promosi FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 melalui badan usaha milik negara, (b) penyediaan fasilitas penyambutan (hospitality) pada bandara atau pelabuhan yang dikelola badan usaha milik negara dan (c) dukungan sponsorship badan usaha milik negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya pada pasal 4, Menteri Keuangan diminta (a) memberikan fasilitasi dan dukungan teknis penganggaran yang diperlukan oleh kementerian/lembaga terkait dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2O21 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kemampuan keuangan negara.

Lalu, memberikan fasilitasi dan dukungan teknis pengelolaan penerimaan negara bukan pajak yang diperlukan oleh kementerian/lembaga terkait dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-2O World Cup Tahun 2021 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Kemudian, memberikan fasilitasi kepabeanan dan perpajakan yang diperlukan dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan FIFA U-2O World Cup Tahun 2021 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.