Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), bagi seluruh pegawainya. Kebijakan itu dikeluarkan menyusul kabar Ketua KPU Arief Budiman yang dinyatakan positif COVID-19.

"KPU menerapkan kebijakan WFH mulai tanggal 18 sampai dengan tanggal 22 September," kata Arief dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (18/9/2020).

Lockdownnya markas penyelenggara pemilu membuat wacana Pilkada Serentak 9 Desember 2020 ditunda makin kencang.



Dua bakal calon peserta Pilkada Kota Tangerang Selatan tidak masalah jika pemilihan harus ditunda kembali. Keduanya adalah bakal calon walikota Siti Nur Azizah dan bakal calon wakil walikota Rahayu Saraswati.

Penegasan keduanya disampaikan dalam diskusi virtual bertajuk "Pilkada Tanpa Pengumpulan Massa, Mungkinkah?" yang diselenggarakan Media Indonesia, Jumat (18/9). 

"Saya selalu menekankan keselamatan itu. Apalagi ini masyarakat, keselamatan kita bersama itu jauh lebih penting," kata Rahayu Saraswati mengurai alasannya.

Tapi, Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini mengaku tidak munafik bahwa ada faktor kerugian yang ditanggung calon kepala daerah jika pilkada ditunda. 

"Jadi kalau dikatakan tidak ada kerugian, itu bohong, pasti ada kerugian lah. Kita bicara tentang mengeluarkan dana lebih banyak lagi dan seterusnya, itu fair," ungkapnya dikutip rmol.id.



Perspektif yang berbeda disampaikan Siti Nur Azizah. Di mana dia tidak mempersoalkan jika pilkada diundur tapi harus dipastikan bahwa setelah itu tingkat kedisplinan masyarakat bisa dijamin. 

"Apakah menjamin kalau diundur beberapa bulan kemudian enggak ada yang melanggar gitu kira-kira? Apa iya? Juga tidak ada yang bisa menjamin," katanya. 

"Tetapi kami sebagai paslon tentu akan mengikuti regulasi yang ada. Kalau memang itu untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, dan itu harus ditunda ya kami harus siap, paslon," demikian Putri Wakil Presiden Maruf Amin ini menegaskan.