Bill Gates mengaku yakin vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 akan tersedia pada tahun 2021 mendatang. Akan tetapi, dia tetap khawatir dosis tersebut tidak akan tersedia untuk kelompok berpenghasilan rendah, terutama di negara-negara miskin dan negara berkembang.

Bill Gates mengatakan, pertanyaan besar berikutnya yang sedang ia dan yayasannya pikirkan adalah bagaimana membuat dan mendistribusikan vaksin kepada mereka yang paling membutuhkan.

"Seharusnya tidak hanya negara kaya yang memenangkan perang penawaran. Salah mengalokasikan vaksin akan menyebabkan kematian tambahan yang dramatis." ujar pendiri Microsoft ini kepada wartawan, seperti dilansir CNBC International di Jakarta, Selasa (15/09/2020).

Dijelaskannya, negara-negara kaya, termasuk Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Inggris, telah memesan lebih dari 2 miliar dosis vaksin COVID-19. 

Meski demikian, Bill Gates tidak mengatakan bahwa negara-negara kaya seperti AS tidak boleh memprioritaskan dosis untuk populasinya. Gates merasa itu tidak salah dan mengatakan bahwa AS telah menyediakan banyak dana untuk pengembangan vaksin. Namun, AS seharusnya masih bisa berbuat lebih banyak untuk memastikan bahwa vaksin COVID-19 didistribusikan dengan adil dan merata.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) tengah mengupayakan untuk memastikan bahwa negara-negara miskin memiliki akses ke vaksin yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia tersebut. Tanpa vaksin, virus COVID-19 dapat memperburuk dan merugikan populasi.