Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan perusahaan farmasi Sinovac dari China dan G42 Healthcare Holdings dari Uni Emirat Arab untuk memasok 30 juta vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Diketahui sebelumnya, vaksin COVID-19 dari Sinovac sendiri sudah diuji klinis kepada masyarakat relawan di Indonesia yang disaksikann langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terkait itu, Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memastikan bahwa vaksin tersebut halal. 

Erick Thohir mengatakan Agustus lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyaksikan penyuntikan vaksin tersebut. "Ketika uji vaksin pertama di Bandung juga MUI hadir," ujar Erick, Selasa (15/09/2020).

Lebih lanjut, Erick Thohir mengatakan, pemerintah juga akan mengirim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan MUI ke China pada Oktober untuk melihat proses produksi vaksin COVID-19.

"Kita juga pastikan vaksin ini halal dan sesuai standar kita. Oleh karena itu kita mengirim BPOM ke UAE dan insyaallah ke China Oktober ini bersama MUI," terang Erick Thohir.

Lebih jauh dikatakan Erick Thohir, secara keseluruhan dirinya sudah melaporkan kepada Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin untuk memastikan dan meyakinkan publik bahwa vaksin COVID-19 dari China maupun UAE halal.

"Saya sudah mendatangi Bapak Wakil Presiden untuk memastikan bahwa proses ini didukung, dan tentu kita menjaga kehalalan dari vaksin ini," tegas Erick Thohir.