Presiden Filipina, Rodrigo Duterte secara terbuka menunjukan kemurkaannya kepada perusahaan farmasi asal negara Barat terkait vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Menurutnya, perusahaan Barat hanya mengejar keuntungan.

"Satu hal yang buruk dari negara Barat, adalah semuanya soal cari untung, untung, untung," ujar Rodrigo Duterte dalam pidatonya di Manila, Senin (14/09/2020). 

Menurut Rodrigo Duterte, ada perusahaan yang menawarkan vaksin COVID-19 ke Filipina tetapi meminta 'biaya reservasi. atau uang muka. Rodrigo Duterte tidak menyebutkan perusahaan mana saja yang meminta uang muka. Namun dia mengancam akan mengusir perwakilan perusahaan tersebut dari Manila. 

"Pulang atau akan saya tendang," tegas dia.

Rodrigo Duterte mengatakan UU tentang pengadaan Filipina melarang pemerintah membeli apa pun yang belum ada wujudnya atau belum diproduksi. 

"Mereka ingin kita membiayai riset mereka dan penyempurnaan vaksin," ujar Presiden Rodrigo Duterte.

"Mereka menginginkan uang muka sebelum mereka mengirim vaksin. Jika seperti itu, kita semua bisa mati," tandasnya. 

Pemerintah Filipina telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemasok calon vaksin seperti Rusia, Tiongkok, serta produsen obat AS Pfizer Inc dan Moderna Inc. Pihaknya mengklaim juga telah bertemu dengan raksasa bioteknologi Australia CSL Ltd.