Akibat wabah corona, investasi di dalam negeri pada kuartal ketiga dipastikan meningkat sedikit ketimbang kuartal kedua tahun ini. Itu ditandai dengan naiknya arus barang masuk modal dan mesin di beberapa industri bahan baku. Namun bila dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan investasi di kuartal ketiga ini memang menunjukkan penurunan.

“Jumlah (realisasi investasi) tunggu sebulan lagi. Kalau sekarang dibilang (rentang target realisasi investasi) namanya saya tukang sulap. Yang jelas kuartal III-2020, Insya Allah akan lebih baik,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/9/2020). 

Walau melorot, Bahlil tetap optimis realisasi investasi sebesar Rp817,2 triliun bisa tercapai. Bahlil menyampaikan hingga saat ini Indonesia adalah negara tujuan investasi yang menjanjikan. “Makanya sekalipun keadaan COVID-19, kita ikhtiar. Saya sampai saat ini masih tetap optimistis realisasi investasi 2020, In Syaa Allah mencapai target," katanya.

Pada saat bersamaan, Bahlil berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law atau Cipta Kerja dapat cepat disahkan. Pasalnya, Omnibus Law memiliki peran penting dalam menarik investasi dan menciptakan ribuan tenaga kerja di dalam negeri.