Tuntutan yang diajukan Epic kepada Google seolah tenggelam di balik perseteruan Epic Games dengan Apple. Sebenarnya tidak lama setelah Epic mengajukan tuntutan hukum kepada Apple, perusahaan pengembang gim ini juga melakukan hal yang sama pada Google. 

Akar permasalahan masih sama dengan Apple, terjadi ketika Epic Games memberikan opsi pembayaran langsung di Epic Store untuk pembelian V-Bucks Fortnite. Padahal kalau mengikuti peraturan yang berlaku, Epic seharusnya hanya boleh memberikan opsi pembayaran dari App Store atau Google Play Store.

Melihat itu Google pun melakukan hal serupa dengan Apple. Raksasa teknologi ini menghapus gim Fortnite yang baru beberapa bulan tersedia di Google Play Store. 

Dilansir dari AndroidPolice (5/9), Google sedang menyiapkan langkah untuk dapat berkelit dari tuntutan Epic Games. Google bakal menonjolkan sifat unik dari sistem operasi Android. Google bakal menjadikan hal tersebut alasan kenapa menghapus Fortnite dari toko aplikasinya. 

Karena sifat open source-nya, Google memperbolehkan setiap OEM untuk membuat toko aplikasi mereka sendiri. Karena itu, tidak heran kalau di setiap perangkat Android, pasti ada dua toko aplikasi, Google Play Store dan toko aplikasi dari OEM yang bersangkutan. Tidak hanya itu, pengguna Android juga dapat menginstal aplikasi dari internet menggunakan file .APK. 

Google tampaknya membiarkan Apple untuk bertarung dengan Epic untuk sementara ini dan akan membuat keputusan berdasarkan hasil yang didapatkan oleh kedua perusahaan yang berseteru itu. Singkatnya begini, kalau Apple menang, Google akan terbantu dengan keputusan menghapus Fortnite. Sementara di sisi lain, kalau Apple kalah, Google akan menjadikan sifat open source Android sebagai salah satu kelebihan yang bisa membuat Google berkrlit dari tuntutan.