Pengangguran terdampak wabah virus Corona di Amerika Serikat akhirnya diputuskan bakal dapat tunjangan sebesar 400 dolar AS atau setara dengan Rp6 juta per minggu.

Presiden AS, Donald Trump mengambil jalan tengah soal besaran tunjangan pengangguran setelah terjadi perdebatan alot antara Partai Republik dan Demokrat di Kongres.

Sebelumnya Partai Demokrat mengusulkan agar tunjangan pengangguran diberikan sebesar 600 dolar AS sementara Republik ingin 200 dolar AS.

"Jumlahnya sudah lumayan cukup, kami ingin menolong rakyat kami. Sekali lagi (kondisi) ini bukan salah mereka, tapi China," katanya dikutip dari CNBC, Minggu (9/8/2020).

Pandemi COVID-19 menekan perekonomian Negeri Paman Sam. Selama pandemi, ada 20 juta pengangguran baru. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya sudah kembali bekerja.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, angka pengangguran di negara itu mencapai 10,1 persen. Besaran tunjangan pengangguran menjadi perdebatan alot di kongres dan berakhir tanpa titik temu.

"Kami mengambil keputusan itu tanpa Demokrat. Kita seharusnya bisa melakukannya dengan mudah, tapi mereka ingin ada berbagai tambahan yang tidak ada hubungannya dengan menolong rakyat," ucapnya.

Insentif soal tunjangan bukan yang terakhir. Trump mempertimbangkan stimulus ekonomi lainnya mulai dari pembebasan pajak penghasilan hingga pemangkasan pajak capital gain.