Satgas COVID-19 merespons video viral Bupati Malang dangdutan saat pandemi virus Corona pada Rabu (05/08/2020).

"Mohon agar tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang dapat mengakibatkan penularan Covid-19. Ini teguran," kata jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Minggu (09/08/2020).

Menurut Wiku acara tersebut berpotensi menjadi klaster baru. Sebab, menimbulkan kerumunan warga. "Apalagi bila masyarakat juga tidak disiplin pakai masker dan tidak menjaga kebersihan dengan mencuci tangan karena tidak tersedianya fasilitas pendukung," ungkap dia.

Ia menambahkan, padahal Sanusi merupakan Ketua Satgas COVID-19 tingkat kabupaten. Sanusi didampingi Wakapolres dan Dandim Malang. "Yang bersangkutan belum paham betul akan akibatnya," kata Wiku.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) COVID-19 Universitas Brawijaya (UB) Malang, dr Aurick Yudha Nagara juga angkat bicara. Aurick berharap, agar acara tersebut tidak menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. "Singkat saja dari saya, semoga tidak menjadi klaster penularan baru," ucapnya.

Menurutnya, setiap rumah sakit di Indonesia sedang kesulitan menyiapkan ruang isolasi tambahan. "Kapasitas RS (Rumah Sakit) sedang terbatas untuk COVID-19," paparnya.

Namun, dosen Fakultas Kedokteran (FK) UB ini menegaskan tidak melarang jika masyarakat atau pejabat ingin produktif. "Silahkan produktif dan berkegiatan, terapi harus aman protokol kesehatan," jelasnya.

Tidak main-main, Aurick memberikan himbauan karena dirinya setiap pukul 01.00 WIB mendapat data peta sebaran COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim.

Mohammad Sanusi menggelar acara tersebut saat deklarasi menuju Pilkada 2020 di Rumah Makan Bojana Puri Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam video yang beredar di dunia maya, Sanusi tampak sedang bernyanyi bersama 2 biduan tanpa memakai masker usai deklarasi tim pemenangan Sanusi-Didik (SanDi).

Seperti dikutip kumparan, Sanusi membantah dirinya sedang dangdutan saat itu. "Gak ada dangdutan. Cuma yang terakhir itu cuma nyoba aja," ucapnya, pada Kamis (6/8).

Ia menegaskan, dirinya saat itu sedang bermain electone. "Memang enggak boleh (dangdutan), kemarin kan hanya electone dan enggak ada orang sudah," katanya.