Sekjen Berkarya kubu Muchdi PR, Badaruddin Andi Picunang mengaku tidak ada hubungan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan pengesahan SK Kemenkum HAM. SK yang dikeluarkan Menkumham secara kilat itu banyak diartikan sebagai dukungan pemerintah terhadap Partai Berkarya kubu Muchdi Pr.

Badaruddin mengatakan, suara dukungan kepada Jokowi sebelumnya disampaikan dalam konteks pasca pemilu 2019. Saat itu, Muchdi Pr dan beberapa elite partai yang bersebrangan dengan Tommy Soeharto mendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

"Kita mengakui keputusan atau hasil dari Pemilu 2019 yang sudah diakui. Otomatis sebagai warga negara sebagai parpol di bawah binaan negara ya harus mengakui dong," ujar Badaruddin saat dikutip Jumat (7/8).

"Jangankan kita, Pak Prabowo ikut di dalamnya (pemerintahan), kita kan hanya mendukung," imbuhnya.

Menurutnya, dukungan itu bisa dalam bentuk kritik kepada pemerintah. Tetapi tidak harus memposisikan sebagai oposisi.

Badaruddin dilansir Merdeka, mengkritik apa yang dilakukan Priyo Budi Santoso saat menjadi Sekjen melakukan cawe-cawe dengan PKS membentuk kelompok oposisi pemerintah.

"Ngapain kita jadi oposisi seperti yang dilakukan Pak Priyo dengan PKS yang cawe-cawe membuat oposisi," ucapnya.

Menurut Badaruddin, Partai Berkarya juga tidak memiliki kekuatan jika ingin memposisikan sebagai oposisi. Kursi di DPR pun tidak punya.

Justru, dia mengkritik gaya Priyo yang mau memberi kritikan sebagai oposisi tetapi manajemen internal partai tidak dijalankan secara profesional.

"Kalau mau mengkritik pemerintah, kritik diri sendiri dulu lah bagaimana mengelola partai dengan benar. Gimana mengelola negara kalau partai tidak benar," kata Badaruddin.

Soal dualisme ini, Badaruddin meyakini bakal ada jalan bersatu kembali. Saat pengumuman SK Kemenkum HAM dia bilang ada di internal Berkarya yang pro dan kontra.

"Biasa di politik. Kita lihat saja kedepannya. Niat kita baik untuk perbaiki partai, niat mereka baik akan sama-sama ketemu di ujung partai ini kita besarkan sama-sama," pungkasnya.