Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan 40 juta dosis vaksin COVID-19 bisa langsung disuntikkan pada Januari-Februari 2021. Syaratnya, harus lolos uji klinis tahap ketiga.

Saat ini, uji klinis fase ketiga calon vaksin Covid-19 sedang dipersiapkan oleh BUMN faramasi, Bio Farma, hasil kolaborasi dengan Sinovac dari China.

"Masih tahap mencari relawan 1.620 orang, rencananya akhir Agustus terkumpul, setelah itu diujicobakan awal September," ujar Erick dalam diskusi virtual bersama Kumparan, Jumat, (7/8/2020).

Menurut Erick, Bio Farma saat ini sudah menambah kapasitas produksi vaksin menjadi 250 juta dosis per tahun pada akhir Desember nanti dari sebelumnya 100 juta dosis per tahun. Menurut Erick, butuh anggaran Rp 1,3 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin Bio Farma.

Karena itu, mantan bos Inter Milan ini meminta masyarakat percaya dengan vaksin yang nanti akan dikeluarkan Bio Farma lantaran pemerintah telah menjamin produknya halal.

"Kita jangan lihat vaksin ada warga negaranya (China). Terpenting imunisasi buat WNI tercepat dan dipastikan halal. Jadi jangan ditabrak-tabrakin kalau dari China enggak halal," ucapnya.

Dijelaskan, perusahaan pelat merah itu telah memiliki pengalaman memproduksi vaksin sejak 1890 dan dipercaya lebih dari 150 negara dalam memproduksi 15 jenis vaksin. Bio Farma juga memiliki pangsa pasar 75 persen vaksin polio yang menyebar di seluruh dunia.

Selain Bio Farma, perusahaan farmasi swasta tengah mengembangkan vaksin hasil kerja sama dengan negara lain, seperti Eropa, Amerika, dan Korea Selatan. Sedangkan di Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi sedang melakukan pengembangan vaksin merah-putih.

Adapun seumpama vaksin telah lolos uji klinis ketiga dan siap didistribusikan, Erick memastikan penyalurannya akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, vaksin kemungkinan akan disuntikkan ke masyarakat di daerah-daerah dengan tingkat penyebaran virus tertinggi.