Berdasarkan hitungan Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Indonesia resmi 'nyungsep' di kuartal II 2020. Pertumbuhan yang berbanding terbalik dengan prediksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya dikritik banyak pihak.

Salah satunya datang dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Pihaknya bahkan secara tegas mengkritik kejumawaan Presiden Jokowi yang sempat menyebut ekonomi akan tetap tumbuh 5,3 persen meski ada badai Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. 

Faktanya meleset, ekonomi justru anjlok ke angka -5,3 persen. Atas alasan itu, Sohibul Iman meminta Jokowi untuk segera meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena telah memberi prediksi yang keliru.

“Sebagai mitra demokrasi, saya sarankan Pak minta maaf kepada rakyat Indonesia, karena ini kemelesetan yang sulit ditolerir,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (07/08/2020).

Menurutnya, Jokowi sudah gegabah saat memberi pengumuman kepada publik. Tidak ada basis keilmuan yang jelas dan terukur sehingga prediksi itu tampak akurat atau minimal mendekati akurat.

“Ini sama dengan prediksi ekonomi meroket hasilnya nyungsep. Bapak tetap terhormat jika mengaku keliru,” tutupnya.