Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) Dr. Anthony Fauci mengatakan bahwa Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 sangat menular, sehingga kemungkinan tidak akan hilang sepenuhnya.

Pernyataan Anthony Fauci ini sangat bertentangan dengan ucapan Presiden Donald Trump yang berulang kali meyakinkan banyak orang bahwa COVID-19 pada akhirnya akan hilang.

“Saya tidak percaya itu akan hilang karena itu adalah virus yang sangat menular,” kata Anthony Fauci yang juga menjabat sebagai Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).

Universitas Johns Hopkins mencatat, COVID-19 sudah menginfeksi lebih dari 17 juta orang dan telah menewaskan kurang lebih 673.822 orang. Semetara AS masih menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan kasus terparah di dunia, dengan lebih dari 4,7 juga kasus dan kematian mencapai 156.752 pada Sabtu (01/08/2020).

Meski COVID-19 tidak akan hilang, sebelumnya Anthony Fauci mengatakan kemungkinan para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan dapat berkerjasama membuat pandemi COVID-19 berada di tingkat rendah.

Menurut Anthony Fauci, pendorong tingginya kasus di AS adalah karena beberapa negara bagian tidak memberlakukan lockdown pada awal wabah merebak, sedangkan negara bagian lainnya terlalu cepat mencabut pemberlakuan lockdown tersebut.

“Dalam upaya untuk mencabut lockdown kembali dalam beberapa situasi, negara-negara bagian tidak mematuhi pedoman yang diberikan oleh satuan tugas dan Gedung Putih. Dan orang-orang di negara bagian itu sebenarnya berkumpul di tengah orang banyak dan tidak memakai masker," tambah Anthony Fauci seperti dilansir CNBC.

Selain itu, Anthony Fauci juga mengatakan tidak pernah ada jaminan para ilmuwan akan menemukan vaksin yang aman dan efektif untuk COVID-19.