Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat politisi Partai Gerindra Fary Djemy Francis menjadi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PT Asabri (Persero). Hal tersebut menjadi keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Fary Djemy Francis menggantikan Komisaris Utama perseroan sebelumnya, Didit Herdiawan.

Corporate Secretary Asabri Mairizal Chaidir mengatakan, pergantian tersebut merupakan tidak lanjut dari Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-254/MBU/07/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Komisaris Utama Asabri.

"Pergantian komisaris ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Menteri BUMN Nomor : SK-254/MBU/07/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan Komisaris Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Asabri," ujar Mairizal Chaidir melalui siaran pers, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Fary Djemi Francis, mantan Ketua Komisi V DPR asal Gerindra mengaku siap menjadi Komisaris Utama PT Asabri. Hal ini adalah tantangan serius ketika Asabri dililit banyak masalah.

Sebagai politisi asal Gerindra yang dikenal piawai dalam lobi-lobi, Fary memberikan apresiasi atas keputusan Menteri BUMN Erick Thohir. "Secara pribadi saya mau sampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan ini. Tetapi ditunjuknya saya sebagai Komisaris Utama PT ASABRI adalah sebuah challenge atau tantangan tersendiri bagi saya," kata dia.

Fary mengatakan, penunjukan ini merupakan amanah karena diberi penugasan untuk melayani bangsa dan negara serta melayani para prajurit TNI, pensiunan TNI/Polri serta berbagai komponen yang menjadi bagian dari rumah besar PT ASABRI itu.

Fary yang dikenal sebagai pendiri Akademi Sepak Bola Bintang Timur Atambua ini, mengatakan, bersama para dewan direksi, dirinya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik guna kemajuan dan keberhasilan PT Asabri. "Ya dengan dewan direksi kami akan bekerja semaksimal mungkin, dan menerima amanah dan tantangan ini demi kebaikan, kemajuan dan keberhasilan PT Asabri itu sendiri," kata dia.

Sebagai Komut Asabri, Fary mengatakan akan langsung membenahi serta memperbaiki profil portofolio investasi sesuai dengan visi dan misinya. Hal ini kata dia ditempuh dengan strategi menempatkan investasi di instrumen yang lebih moderat-konservatif (bluechip). "Secara teknis hal yang dilakukan adalah membentuk tim adviser (penasihat) bidang investasi yang akan memberi masukan kepada direksi dan dewan komisaris," ujar dia.

Di samping itu, ia berjanji meningkatkan kepatuhan terhadap aturan di bidang asuransi, lalu memperbaiki tata kelola perusahaan dan membuat SOP investasi yang akuntabel. Hal ini ditempuh melalui strategi penguatan komite audit, komite pengelolaan risiko, dan komite tata kelola perusahaan.

Kemudian yang terakhir adalah, kooperatif dengan lembaga pengawas eksternal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan, Kemenkeu dan lembaga pengawas lainnya. Strategi pemenuhannya dilakukan melalui "compliance" dengan aturan dari lembaga pengawas.

Berikut susunan Dewan Komisaris PT Asabri (Persero) yang baru:

1. Komisaris Utama/Komisaris Independen: Fary Djemy Francis
2. Komisaris Independen: Harry Susetyo Nugroho
3. Komisaris Independen: Achmad Syukrani
4. Komisaris: Rofyanto Kurniawan