Stroke ringan sering kali terlambat diobati karena gejalanya disalahpahami sebagai kejang ringan, migrain biasa, atau hipoglikemia (gula darah rendah).

Padahal, stroke ringan adalah tanda peringatan untuk Anda segera mendapatkan pertolongan medis. Dilansir dari laman WebMD, seorang spesialis stroke bernama Larry B. Goldstein, MD menjelaskan bahwa 1 dari 20 orang yang pernah mengalami mini stroke berpeluang terserang stroke yang lebih parah dalam beberapa hari atau tiga bulan setelahnya.

Tanda dan Gejala mini stroke yang umumnya terjadi meliputi:

Sakit kepala parah

Mini stroke disebabkan oleh otak yang kekurangan pasukan oksigen. Maka, gejala khas yang mungkin paling pertama muncul adalah sakit kepala parah tanpa penyebab atau pemicu yang jelas.

Kelemahan pada anggota tubuh tertentu

Otak adalah sistem saraf pusat. Itu sebabnya jika stroke menyerang otak, kerja anggota tubuh jadi ikut terganggu. Stroke ringan TIA biasanya menyebabkan:

Kesulitan berbicara, bicara tak jelas atau pelo.

Kesulitan untuk menelan.

Gangguan penglihatan di salah satu atau kedua mata, penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan.

Sebelah sisi wajah terasa kaku atau lumpuh (turun ke bawah), senyum mencong.

Lengan terasa lemah atau mati rasa sehingga tidak dapat mengangkat atau menggerakkan tangan, Ketika mencoba, tangan malah terkulai lemas jatuh ke bawah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut tanpa penyebab yang jelas, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan tes diagnosis dan pengobatannya. Semakin cepat gejala stroke ringan diobati, semakin tinggi peluang Anda untuk pulih sepenuhnya.