Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku khawatir karena harga emas terus meroket hingga menyentuh Rp 1 juta per gram. Menurut Dahlan, kondisi ini mencerminkan ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi perekonomian global termasuk Indonesia.

Diketahui, harga emas di pasar internasional dan di dalam negeri masih berada di angka Rp1.013.000 per gram. Angka ini masih stabil di atas Rp1 juta meskipun turun Rp9.000 per gram dibanding hari sebelumnya yang mencapai rekor tertinggi Rp1.022.000 per gram.

“Berarti harga emas baru ini bukan karena kepanikan sesaat. Harga baru emas ini bisa dipakai indikator bahwa keadaan ekonomi sangat rapuh, pun untuk jangka yang tidak pendek," ujar Dahlan dikutip di situs pribadinya Disway.id, Kamis (30/7/2020).

Dahlan mengatakan, harga baru emas itu juga merupakan wujud puncak indikasi dari gejala menurunnya nilai tukar dolar. Nilai tukar dolar yang menurun itu juga indikasi akan terjadinya inflasi.

Dia melanjutkan, inflasi akan terjadi jika banyak uang digelontorkan ke masyarakat tanpa dikaitkan dengan peningkatan produksi. Penggelontoran itu tentunya terjadi untuk tujuan stimulus ekonomi dan jaringan pengaman sosial.

Sektor produksi saat ini memang ikut berhenti karena pasar yang juga menghilang akibat pandemi COVID-19. Harga emas ini menurut Dahlan begitu mengejutkan. Dia mengibaratkan seperti guru yang sedang memarahi muridnya. 

"Apalagi kalau hari ini atau besok atau minggu depan harga emas itu melampaui US$2.000 per ons. Itu sama dengan guru yang tidak percaya lagi pada muridnya, celakanya si murid tidak tahu kalau lagi dimarahi, karena belajar online," tutupnya.