Dua raksasa migas asing yang dikabarkan bakal hengkang dari Indonesia. Hal ini membuat sektor migas bakal tertekan. Apa penyebabnya?

Pertama, Shell Upstream Overseas Ltd juga mundur proyek pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Kabarnya, Shell mundur karena industri migas tertekan akibat penyebaran virus corona, membuat harga minyak rendah dan investasi migas terpangkas.

Kedua, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berencana melepas sebagian hak kelolanya (participant interest/PI) dalam proyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Hak kelola yang mau dilepas ini berada dalam IDD fase dua yakni di Lapangan Gendalo-Gehem.

Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar punya analisa terkait kondisi tersebut. Ia mengatakan, hengkangnya dua perusahaan ini dari tanah air bukan semata-mata karena Indonesia tidak menarik lagi di mata investor. Lebih dari itu, Arcandra menilai ada banyak faktor yang menyebabkan kedua perusahaan ini memilih mundur.

“Jadi apa faktornya? Itu enggak bisa kita lihat dari satu sisi. Kalau sebuah company tidak melakukan investasi, diversifikasi atau dia jual, itu terjadi karena banyak faktor,” ungkap Arcandra dalam konferensi pers daring, Rabu (29/7).

Arcandra menambahkan, investasi tidak mengenal kewarganegaraan. Investor akan masuk pada proyek yang dirasa menguntungkan. Bahkan perusahaan sebesar Chevron dan Shell juga bisa beralih dari yang awalnya produksi gas menjadi minyak. Bahkan ada juga perusahaan yang awalnya produsen minyak justru ganti fokus ke green technology.

Pada akhirnya, lanjut Arcandra, hengkangnya Chevron dan Shell tidak dapat dilihat karena iklim investasi di Indonesia buruk. Menurutnya, itu murni langkah perseroan untuk mencari bentuk bisnis yang sesuai dan menguntungkan bagi mereka.

“Mungkin enggak iklim investasinya enggak oke? Saya melihatnya enggak seperti itu. Melihatnya lebih komperehensif. Dia membandingkan. Dia akan lihat parameternya mana yang menguntungkan, mana yang inline dengan tujuan korporasi mereka untuk 5-10 tahun mendatang,” tutupnya.