Teten memilih fokus bekerja, terutama mempercepat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor koperasi dan UMKM. "Saya fokus kerja saja. Percepatan Program PEN," kata Teten di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Ia mengakui, saat ini, sedang sangat disibukkan dengan upaya mencari solusi terbaik bagi persoalan-persoalan UMKM di lapangan yang tidak bisa dicover oleh program PEN. Oleh karena itu, ia tidak ingin dipusingkan dengan isu-isu lain yang tidak terkait langsung dengan penugasan yang diberikan Presiden kepadanya. "Kalau isu reshuffle, saya ini kan pembantu Presiden, tidak masalah dan (apapun itu) pasti saya terima,” kata mantan aktivis ICW itu.

Teten mengatakan, sejauh ini, akar permasalahan yang menghambat UMKM di Indonesia, sangat kompleks dan tidak mudah untuk ditangani. Kata mantan Koordinator Staf Khusus Presiden Jokowi itu, persoalan UMKM hanya bisa diselesaikan dengan kerja yang sangat sistematis dan terukur. "UMKM itu memang kompleks, enggak mudah. Perlu kerja sistematis dan butuh waktu untuk membenahi kelembagaan, ekosistem bagi kemudahan dan pertumbuhan usaha koperasi dan UMKM," kata Teten.