Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 sebesar 0 persen. World Bank juga mengingatkan bahwa Indonesia bisa masuk dalam jurang resesi pada tahun ini. 

Merujuk laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020 yang berjudul The Long Road to Recovery, World Bank menyebut bahwa skenario resesi ekonomi Indonesia bisa terjadi, jika infeksi Covid-19 meluas atau gelombang infeksi baru muncul. 

Dalam kasus ini akan memaksa pemerintah untuk memberlakukan tambahan pembatasan mobilitas skala besar di kuartal ketiga dan keempat. Sehingga hal ini mengarah pada pertumbuhan yang lebih lambat di sektor berorientasi domestik.

"Indonesia bisa masuk resesi ekonomi jika pembatasan aktivitas diperpanjang ke kuartal ketiga dan keempat dan atau jika resesi global lebih parah dari diharapkan," terang World Bank dalam laporannya, Kamis (16/7). 

Masih pada laporan yang sama, Bank Dunia menyebut, dengan skenario ekonomi global tergelincir labih dalam, yakni sebesar 7,8 persen pada tahun 2020, maka akan terjadi penurunan lebih lanjut pada investasi dan ekspor.

"Tentunya ini akan membebani pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambah World Bank.

Dalam situasi tersebut, ekonomi Indonesia bisa tumbuh minus 2 persen pada tahun ini. Selain itu, "Pertumbuhan triwulanan sulit pulih ke tingkat sebelum krisis hingga tahun 2021," kata World Bank.