Dalam pembicaraan virtual pada Selasa (14/7/2020), Luhut menyampaikan niat Jepang untuk berinvestasi ke Indonesia. Tepatnya di kawasan industri Batang, Jawa Tengah. "Bak gayung bersambut, Mr Kajiyama menyampaikan ketertarikan Pemerintah Jepang untuk berinvestasi ke Indonesia dan berharap kami bisa memfasilitasi," tutur Luhut melalui akun instagram pribadinya.

Dalam perbincangan ini turut, Luhut didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Rudolf Alexander Asmaun. Luhut mengatakan, perundingan dengan Kajiyama melalui dunia maya ini, merupakan yang pertama kali dilakukan. Meski begitu, hubungan keduanya sudah sangat karib dan merepresentasikan keakraban Indonesia-Jepang.

Tak ragu-ragu Luhut mengibaratkan hubungan keduanya seperti saudara. Keakraban ini bertambah saat Luhut dan Kajiyama membahas soal penanganan Covid-19. Luhut mengatakan, keduanya sama-sama memiliki visi untuk membendung laju penyebaran wabah dan mendorong pemulihan ekonomi, termasuk melalui relokasi investasi.
"Saya merasa percaya diri ketika menyampaikan kesiapan Pemerintah Indonesia terkait relokasi investasi dan ekspansi perusahaan ke Indonesia di Kawasan Industri Batang," ucapnya.

Luhut mengimbuhkan, di bawah pimpinan Presiden Jokowi, pemerintah memastikan negara akan memberikan kemudahan berbisnis lewat Omnibus Law dan Labour Law bagi investor. Bukan hanya dari Jepang, penanam modal itu juga berasal dari negara lain seperti Amerika Serikat dan Cina.

Ihwal pengembangan kawasan Batang, Luhut meyakinkan lokasi industri ini akan mampu menyerap banyak lapangan pekerjaan, khususnya penduduk di lingkungan sekitar. Tak hanya membicarakan persoalan investasi di Batang, Luhut pun menyampaikan permohonan dukungan dari Jepang terkait sertifikasi ISPO bagi produk utama CPO (crude palm oil), seperti cangkang sawit, agar bisa di ekspor ke negara itu. "Demi keberlangsungan UMKM Indonesia," ucapnya.

Luhut juga meminta Jepang membantu Indonesia menjadi hub ekspor produk otomotif lantaran negara sudah memiliki Free Trade Agreement (FTA) dengan ASEAN, Australia, dan Korea Selatan.