Kubu Tommy Soeharto menganggap Musyawarah Nasional Luar Biasa yang digelar Badaruddin Andi Picunang cs sebagai forum ilegal. Ketua DPP Partai Berkarya Vasco Ruseimy mengatakan acara itu sudah dibubarkan langsung oleh Tommy sebelum dimulai.

"Munaslub dari mana? Toh kemarin kan acara ilegal tersebut sudah dibubarkan langsung oleh ketua umum kami, Pak Tommy Soeharto," kata Vasco dikutip Senin, (13/7/2020).

Vasco mengatakan partai memiliki aturan untuk menggelar kegiatan yang mengatasnamakan partai, termasuk Munaslub. Ia mengatakan aturan-aturan itu ada dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai.

"Bukan seenaknya begitu. Pesertanya siapa, penyelenggaranya apa, dan atas dasar apa. Itu kan enggak jelas," kata Vasco dikutip Tempo.

Menurut Vasco, Partai Berkarya sebelumnya telah menggelar rapat pleno dan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang dihadiri seluruh ketua, sekretaris, dan bendahara pimpinan wilayah seluruh Indonesia.

Dia menyebut, dalam forum itu seluruh pimpinan daerah jelas meminta agar oknum yang ingin memecah belah partai diberhentikan. Pleno dan Rapimnas itu digelar pada Rabu lalu, 8 Juli 2020.

"Lucu ah, apalagi oknum-oknumnya kan juga sudah diberhentikan sebelumnya di Pleno dan Rapimnas. Jadi ya sudah tidak berhak mengatasnamakan partai," ujar dia.

Munaslub Berkarya itu digelar oleh Presidium Penyelamat Partai Berkarya yang terbentuk Maret lalu. Menurut Ketua Munaslub, Badaruddin Andi Picunang, Munaslub tetap terselenggara kendati dibubarkan oleh Tommy Soeharto sebelum acara dimulai. Acara itu kemudian memilih Muchdi Pr sebagai Ketua Umum berkarya.

Badaruddin mengatakan acara dipindah ke markas Presidium Penyelamat Partai Berkarya. Dia mengklaim forum itu diikuti 30 DPW dan 370 DPD dan digelar secara langsung serta daring.

Menurut Vasco, beberapa orang yang tadinya tergabung dalam Presidium Penyelamat Partai Berkarya itu sudah kembali ke kubu Tommy. Termasuk Ketua Presidium Ahmad Gusro.

Sebelumnya, hasil Munaslub memilih ketua umum baru yakni Muchdi Pr dan Sekjen Badaruddin Andi Picunang. Dalam munaslub itu juga terdapat sejumlah keputusan munaslub. Salah satunya meminta agar Presiden RI ke-2 Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. 

"Partai Berkarya meminta kepada negara agar Presiden RI kedua Bapak Pembangunan H. Muhammad Soeharto diberi gelar pahlawan nasional yang telah berjasa dengan wacana trilogi pembangunannya dengan jaminan keamanan. Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di segala bidang," sebagaimana dilihat dalam poin 4 Keputusan Munaslub Berkarya yang disampaikan Sekjen terpilih Andi Picunang dalam keterangannya dikutip Senin (13/7). 

Menariknya, dalam poin lainnya, Munaslub Berkarya juga memutuskan mendukung kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal ini kontras berbeda dengan sikap Berkarya di bawah komando Tommy Soeharto-Priyo yang mendukung Prabowo-Sandi.