PERUSAHAAN teknologi Apple Inc kini harus bersiap-siap menghadapi isyarat baru dari Presiden Amerika Donald Trump. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pada Senin (26/11), Trump mengatakan ponsel pintar seperti iPhone serta laptop yang dirakit di China akan dikenakan tarif impor sebesar 10 persen. 

Trump juga mengatakan tidak mungkin menunda kenaikan bea impor dari 10 persen menjadi 25 persen mulai 1 Januari 2019. 

"Mungkin. Mungkin. Tergantung berapa tarifnya,” kata Trump, seperi dikutp Wall Street Journal, terkait kemungkinan pengenaan bea masuk terhadap iPhone dan laptop.

"Maksud saya, saya bisa mengenakan bea 10%, dan orang-orang dapat menerimanya  dengan sangat mudah," tambah Trump.

Sejumlah laporan menyebutkan perusahaan itu sudah menghadapi laporan dari para pemasok komponen yang memangkas perkiraan

Sejak Oktober lalu, Apple telah kehilangan seperlima valuasi sahamnya. Pernyataan terbaru Trump tampaknya menjadi pukulan tambahan bagi Apple. Pasalnya,  
saham Apple turun sekitar 1,6 persen dalam perdagangan Senin menyusul komentar tersebut. 

Produk-produk Apple saat ini dikecualikan dari pengenaan bea impor. Perusahaan sebelumnya mengumumkan pengenaan bea masuk Trump akan berdampak pada Apple Watch, AirPods, dan berbagai produk lain namun ternyata mereka mendapat pengecualian.

Meskipun iPhone dirakit di China, beberapa komponennya berasal dari AS.

Apple belum dapat dimintai komentarnya terkait pernyataan terbaru Trump. Namun, sejumlah laporan menyebutkan perusahaan itu sudah menghadapi laporan dari para pemasok komponen yang memangkas perkiraan, menandakan model iPhone baru yang diperkenalkan September lalu tidak terjual sesuai ekspektasi.

Trump mengatakan ia berharap akan menaikkan bea masuk terhadap berbagai produk China senilai US$200 miliar (Rp 2.906 triliun) menjadi 25%. Ia juga akan mengenakan tarif impor terhadap produk lainnya senilai US$267 miliar yang saat ini belum dibebankan bea masuk bila kedua negara tidak dapat mencapai kesepakatan.

Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping membahas penyelesaian perang dagang di sela-sela pertemuan G20 di Argentina pekan ini.[]