Meski tidak bisa memastikan bahwa Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 bisa ditularkan melalui makanan yang sudah beku, namun Pemerintah China mendeteksi COVID-19 di makanan kemasan dan di dalam wadah udang beku impor. 

Direktur Jenderal Biro Keamanan Pangan Impor dan Ekspor Administrasi Umum Kepabeanan China, Bi Kexin, menjelaskan pihaknya menemukan enam sampel positif COVID-19 di sekitar 223 ribu sampel makanan beku impor, interior, dan eksterior kemasan di Beijing. 

Bi Kexin menyebut, pengambilan sampel sebanyak itu sebagai langkah pencegahan Pemerintah China usai munculnya kasus COVID-19 di Beijing yang berasal dari pasar makanan. Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2020, Pemerintah China menemukan COVID-19 di papan pemotong yang digunakan untuk salmon impor. Meskipun, para ahli menyebut ikan itu tidak mungkin membawa virus.

Lebih jauh Bi Kexin mengatakan sampel positif tersebut ditemukan di bagian luar kemasan makanan dan bagian dalam wadah udang putih yang dijual oleh tiga perusahaan asal Ekuador. Sementara, makanan dan interior kemasannya ketika diuji hasilnya negatif.

“Hasilnya menunjukkan, wadah dan pengemasan perusahaan-perusahaan ini memiliki risiko terkontaminasi COVID-19. Para ahli mengatakan bahwa meskipun ini tidak berarti mereka dapat menularkan virus, tetapi itu menunjukkan bahwa manajemen (impor) keamanan makanan tidak ideal,” kata Bi Kexin dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (11/07/2020).

Sementara Bea Cukai Tiongkok telah menangguhkan impor makanan dari tiga perusahaan Ekuador itu. Mereka mendesak pemerintah Ekuador untuk meningkatkan kontrolnya atas makanan beku yang diekspor ke China.

Wakil Direktur Pusat Nasional Penilaian Risiko Keamanan Pangan China, Li Ning, menjelaskan telah menguji 60 ribu sampel makanan di Provinsi Zhejiang, Yunnan, Henan, dan Shandong dan daerah otonom Ningxia Hui. Dari uji itu, hasilnya semuanya negatif COVID-19.

"Anggota staf tidak boleh pergi bekerja jika mereka memiliki gejala seperti demam, batuk, dan kelelahan," jelas Li Ning.

Dikatakan Li Ning, fasilitas pemrosesan makanan dan toko ritel harus memperkuat tindakan kebersihan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah infeksi COVID-19.

"Konsumen harus membersihkan bahan makanan sebelum dimasak dan memastikan makanan dimasak dengan matang untuk membunuh virus corona dan mikroorganisme patogen lainnya," harap Li Ning.