Ada saran menarik dari pengamat bisnis dari Peka Consult, Kafi Kurnia. Presiden Joko Widodo diminta terlibat aktif dalam memberikan motivasi langsung kepada masyarakat.

Cara itu dapat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan optimisme pasar di tengah pandemi adalah memperkuat leadership.

“Harusnya, mbok ya Pak Jokowi sekali-sekali nongol, lah. Hanya pemimpin yang bisa memberikan motovasi, harapan, dan bisa menggelorakan semangat,” kata Kafi dalam diskusi bersama Smart FM, Sabtu, (11/7/2020).

Kafi membandingkan cara kepemimpinan Jokowi dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya. Ia menyebut, beberapa pemimpin telah rutin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di negaranya setiap hari selama 1-2 jam. Kemunculan pemimpin ini memberikan optimisme bahwa pemerintah benar-benar hadir memberikan komando secara jelas kepada masyarakat.

Kafi memandang hal yang berbeda masih terjadi di Indonesia. Sejumlah masyarakat merasa kehilangan arahan sehingga situasi yang dihadapi hingga level bawah morat-marit.

Sementara, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, dalam menghadapi pandemi, pemerintah tidak benar-benar merespons masalah dengan kebijakan yang tepat.

Bahkan menurut Enny, pemerintah malah kebingungan mengambil langkah. “Mana dulu yang dikerjakan, menyelamatkan ekonomi atau apa, kita hanya sibuk berputar di tataran itu,” tuturnya. Padahal, kata dia, persoalan yang dihadapi di lapangan sudah sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Enny pun mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan pandemi. Ia menyatakan solusi yang diberikan saat ini baru sekedar menggelontorkan likuiditas agar tidak kering. Sedangkan masalah yang menyebabkan likuiditas terganggu masih belum disentuh. “Karena concern-nya tidak tepat, efektivitas kebijakan itu susah dilihat,” ucapnya.