Partai Golkar sebagai koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin (Jokowi-Maruf) dinilai resah menanggapi reshuffle kabinet. Itu terlihat dari pertemuan politik yang dilakukan oleh anggota koalisi.
 
Pengamat Politik Indopolling Network Wempy Hadir mengatakan, pertemuan sejumlah petinggi partai politik itu dilakukan karena Jokowi mengancam merombak Kabinet Indonesia Maju. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato yang menerima kunjungan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pada 25 Juni 2020.
 
"Ini ada apa? Ini merupakan feedback pernyataan Jokowi yang marah-marah soal reshuffle," kata Wempy dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Political and Public Policy Studies (P3S) di Jakarta, dikutip Sabtu, (11/7/2020).

Airlangga menggelar pertemuan dengan Partai Gerindra. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, 6 Juli 2020, itu memperjelas kegundahan anggota kabinet.
 
"Ini merupakan feedback dan sinyal bahwa mereka tidak happy ada isu reshuffle," kata dia.
 
Menurutnya, kegundahan ini tak lepas dari buruknya kinerja kabinet di mata masyarakat. Bahkan, berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, approval rating kinerja pemerintahan di bawah 50 persen.
 
"Apalagi Golkar. Ada Ketum Golkar dan beberapa pasukannya yang menjadi menteri, dan kita juga tahu dari Gerindra (masuk dalam kabinet)," ujarnya.