Salah satu perusahaan asal Taiwan PT Meiloon Technology Indonesia (PT MTI), resmi merelokasi investasi dari Suzhou, China sebagai pusat produksi pasar global ke Subang, Jawa Barat. Perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha industri speaker, audio, dan video elektronik ini akan menginvestasikan USD 90 juta dan akan mempekerjakan sekitar 8.000 tenaga kerja Indonesia.

Saat ini perusahaan sedang dalam tahap konstruksi dan akan mulai berproduksi komersial pada akhir 2020 ini. Sementara seluruh hasil produksi perusahaan akan diekspor. 

"Di bawah kepemimpinan kuat Presiden Joko Widodo kami yakin bahwa Indonesia adalah negara yang tepat untuk kami berinvestasi," ujar Chairman Meiloon Industrial, Wei Chung Wu, dikutip laman Instagram BKPM, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Sebelumnya, perusahaan yang melakukan relokasi investasinya ke Indonesia diklaim merupakan kerja keras bersama antara BKPM, pemerintah pusat, dan daerah. BKPM akan terus berkomitmen memfasilitasi investor, salah satunya melalui percepatan perizinan.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memastikan segera ada investasi yang merupakan relokasi industri dari sejumlah negara. Dia menjelaskan, BKPM telah berkomunikasi dengan para investor dan sudah memastikan relokasi sejumlah investasi.

"Di BKPM sudah ada yang masuk, ada yang 60 persen, ada yang masih penjajakan. Tapi data saya akan berikan saat di-announce (diumumkan) Presiden, karena yang saya kerjakan akan saya lapor ke Presiden. Habis itu akan saya sampaikan," kata Bahlil, Jumat (19/6/2020).

Saat ini, pemerintah tengah mengincar peluang relokasi investasi sejumlah industri dari China. Pemerintah pun siap memfasilitasi dengan menawarkan ketersediaan kawasan industri yang terintegrasi.

Untuk menarik relokasi industri tersebut, BKPM akan mengeluarkan sejumlah jurus, salah satunya untuk mengatasi masalah lahan. Bila memungkinkan, investor tak perlu membeli lahan untuk bisa berinvestasi di Indonesia melainkan hanya menyewa ke pemilik lahan.

"Sewa atau kerja sama saja. Kita mau bikin seperti Vietnam. Makanya negara hadir untuk beli dulu tanahnya. Atau kita ambil tanah BUMN, kemudian kita kerjasama dengan perusahaan karya, baru kemudian dikelola oleh kawasan industri sebagai kawasan industri," ujar Bahlil.

Strategi itu diharapkan bisa menjadi solusi atas tingginya harga lahan di Tanah Air untuk kebutuhan investasi. Selain itu, jurus lain yang disiapkan adalah pemberian insentif sebagaimana arahan Presiden Jokowi agar ada insentif yang benar-benar membuat investor datang.