Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (10/7) pagi terkoreksi seiring kekhawatiran eskalasi kasus positif COVID-19.

Pada pukul 09.40 WIB, rupiah melemah 29 poin atau 0,2 persen menjadi Rp14.424 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.395 per dolar AS.

"Kekhawatiran peningkatan penularan kasus COVID-19 global kembali menjadi sentimen negatif yang bisa menekan pergerakan aset berisiko di sesi Asia hari ini, termasuk rupiah, " kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

Data penularan COVID-19 di Indonesia sendiri juga terus menunjukkan kenaikan dan belum melandai.

"Kekhawatiran ini menutupi potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi," ujar Ariston seperti dikutip Antara.

Sementara itu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat kembali tertekan ke kisaran 0,615 persen, turun sekitar 7 persen dari penutupan perdagangan Rabu (8/7).

Menurut Ariston, hal tersebut mengindikasikan pasar kembali mencari aset aman sebagai alternatif investasi dengan memegang aset dollar AS.

Di pasar AS semalam, data klaim tunjangan pengangguran AS yang lebih baik dari prediksi, tidak mampu menahan kekhawatiran pasar terhadap naiknya kasus COVID-19.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, klaim baru tunjangan pengangguran turun pada minggu lalu. Klaim awal pengangguran berkurang 99.000 menjadi 1,31 juta pada pekan yang berakhir 4 Juli 2020.

"Tapi sentimen masih tarik menarik antara kekhawatiran COVID-19 dan potensi pemulihan ekonomi," kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak melemah ke arah resisten di Rp14.550 per dolar AS, dengan level support di kisaran Rp14.440 per dolar AS.

Pada Kamis (9/7)u, rupiah ditutup menguat 15 poin atau 0,1 persen menjadi Rp14.395 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.410 per dolar AS.

Lampu Merah Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan jumlah penambahan kasus positif COVID-19 pada Kamis ini sangat tinggi, dan itu menunjukkan pertanda "lampu merah".

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, yang merespon penambahan kasus positif COVID-19 secara nasional pada hari ini sebanyak 2.657 kasus.

"Perlu saya ingatkan, saya kira ini sudah lampu merah lagi. Hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali. Hari ini 2.657," kata Presiden saat memberikan arahannya di Posko Penanganan COVID-19 Kalimantan Tengah yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden menyampaikan persebaran virus corona baru yang menyebabkan penyakit COVID-19, di Indonesia sangat tergantung dengan kebijakan yang diambil masing-masing daerah dalam mengendalikan virus ini.