Perusahaan sekuritas mengincar investor usia muda, khususnya mahasiswa, untuk menggenjot tingkat partisipasi generasi milenial di pasar modal. Setidaknya, itulah yamg dilakukan oleh PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) dengan menggelar serangkaian edukasi investasi pasar modal di sejumlah kampus seperti di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, belum lama ini.

Direktur RELI, Sriwidjaja Rauf mengatakan pelatihan langsung di kampus-kampus dilakukan sebagai entry point, sebelum Sekolah Pasar Modal (SPM) digelar bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketika SPM digelar, peserta sudah diharuskan membuka rekening. Sebelum membuka rekening, mahasiswa sudah harus mengerti soal potensi dan risiko investasi yang dipilih.

“Nantinya, para mahasiswa dapat melakukan pembukaan rekening efek bagi yang berminat langsung menjadi investor di pasar modal. Investor muda di pasar modal memang menjadi salah satu target RELI. RELI akan semakin gencar dalam melakukan sosialisasi,” kata  Sriwidjaja, seperti dilansir bisnis.com, Jumat, 23 November 2018.

Di Universitas Siliwangi juga dibuka Galeri Investasi BEI. Tepatnya di Fakultas Ekonomi. Di sana, tersedia informasi awal tentang seluk beluk pasar saham. Tidak hanya untuk mahasiswa dan akademisi, tetapi juga untuk masyarakat umum.

Masyarakat perlu didorong tidak sekadar menabung, tapi juga berinvestasi dalam jangka panjang. Dengan begitu, maka masyarakat akan berubah dari saving society menjadi investment society.

“Galeri investasi Unsil termasuk yang teraktif dari 21 galeri yang dikelola oleh RELI bekerja sama dengan BEI,” kata Sriwidjaja.

Menurut Sriwidjaja, masyarakat perlu didorong tidak sekadar menabung, tapi juga berinvestasi dalam jangka panjang. Dengan begitu, maka masyarakat akan berubah dari saving society menjadi investment society.

Salah satu pemahaman yang terus disosialisasikan kepada masyarakat adalah investasi di pasar modal itu mudah, terencana, dan murah. Sementara, sampai saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang menilai bahwa investasi di pasar modal merupakan sesuatu hal yang rumit, berisiko, dan mahal.

Data Bursa Efek Indonesia menyebutkan, jumlah investor pasar modal terus bertumbuh. Tahun ini saja, hingga November 2018,  tercatat  200.935 single investor identification (SID). Sedangkan jumlah total investor saham di BEI telah mencapai 829.426 SID. Angka ini  meningkat 31,97 persen dibanding akhir 2017 sebanyak 628.491 investor.

“Ini adalah pertumbuhan tertinggi sejak  41 tahun diresmikannya kembali Pasar Modal Indonesia,” kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam acara Galeri Investasi BEI Award 2018 di Main Hall BEI, Kamis, 22 November 2018.

Dari sisi demografi, generasi muda terutama usia 18-25 tahun adalah yang tertinggi pertumbuhannya dalam 2 tahun terakhir, naik lebih dari 2 kali lipat dibanding pada akhir tahun 2016.

BEI juga mencatat, pertumbuhan ini tidak hanya terpusat di pulau Jawa, tetapi makin meluas hingga ke sejumlah provinsi lain, terutama di Indonesia bagian timur.

Konsentrasi investor di pulau Jawa yang pada 3 tahun lalu mendekati 80 persen, turun signifikan menyentuh angka 73,7 persen pada Oktober 2018. []